Rabu, 15 May 2013 15:07

Jakarta, C&R Digital - Yoko Ono telah menceritakan pengalamannya menikah dengan salah satu personel band legendaris dunia, The Beatles. Menurut wanita berdarah Jepang ini, menikah dengan John Lennon lebih sulit daripada menjadi istri seorang politisi.

"Ya, karena itu saya sangat menghormati istri-istri personel The Beatles lainnya. Itu hal yang paling sulit sekali untuk dijalankan. Kami berada di posisi yang abadi," ceritanya seperti dikutip New Musical Express, Selasa (14/5).

Ono juga memberi tanggapan terhadap pernyataan Paul Mccartney yang menyatakan bahwa dirinya bukan penyebab dari keretakan The Beatles.

"Dia sangat baik sekali karena telah mengatakannya. Dia mengenal saya, kami telah mengenal satu sama lain selama 30, 40 tahun," ungkap wanita berusia 80 tahun ini."Tetapi banyak orang yang menganggap bahwa kami tengah berkelahi dengan gila di sebuah ring tinju."

Bulan lalu, Ono dikabarkan akan tur bersama bus edukasi John Lennon mengelilingi Eropa. Ono meluncurkan bus ini untuk memberi kesempatan kepada orang-orang yang tertarik pada dunia musik, video, fotografi dan game. Semuanya bisa didapatkan di dalam bus yang didesain seperti studio rekaman ini.

Senin, 15 April 2013 17:18

Jakarta, C&R Digital - Desta dan kekasih telah menyiapkan busana pengantin untuk resepsi pernikahan mereka. Desainer Joko Sasongko dipilih untuk membuat busana dengan konsep klasik ala busana yang pernah dikenakan personel band asal Inggris, The Beatles.

Pemilihan busana tersebut, diakui Desta karena ia dan kekasih yang menggilai band tersebut. "Konsepnya pingin kaya The Beatles. Warnanya monokrom, hitam, putih, abu-abu. Kan kami berdua suka banget The Beatles. Jadi, nuansa lebih ke sana," kata Desta di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, Senin, (15/4).

Untuk  akad nikah, pemain dalam komedi Overa Van Java ini, menggunakan busana pengantin Minang, Sumatera Barat. Sesuai dengan adat calon istrinya. "Busana untuk akadnya, merah marun, dan adatnya full Padang. Untuk akad dari keluarga pihak perempuan," paparnya.

Senin, 01 April 2013 15:06

Jakarta, C&R Digital - Salinan album Sgt. Pepper's Lonely Hearts Club Band yang ditandatangani personel The Beatles telah dilelang seharga US$ 290 ribu (RP 2.8 miliar) pada Sabtu, (30/3). Awalnya album ini diperkirakan akan terjual seharga US$ 30 ribu dan ternyata jauh melebihi perkiraan.

Rolling Stone, akhir pekan lalu menyebutkan, album kedelapan yang diluncurkan oleh band legendaris asal Inggris ini ditandatangani pada 1967, tahun album ini dirilis. Awalnya, album ini ditawar seharga US$ 15 ribu, lalu sepekan sebelum hari pelelangan naik menjadi US$ 110 ribu dan jumlahnya terus melonjak.

Gary Shrum konsinyasi direktur yang berbasis di Heritahe Auctions, Dallas, mengatakan bahwa penawaran tersebut menjadi tinggi karena tandatangan asli berkualitas tinggi. Album ini telah dibeli kepada seorang tak bernama berasal dari Midwest, Amerika Serikat.

Sementara itu, surat yang ditulis oleh John Lennon untuk Paul dan Linda McCartney rencananya akan dilelang juga pada akhir Mei mendatang. Surat yang ditulis pada 1971 ini diharapkan bisa terjual US$ 60 ribu.

Jumat, 29 Maret 2013 23:22

Jakarta, C&R Digital - Salah satu kontestan delapan besar X Factor Indonesia, Gede Bagus membawakan lagu Yesterday milik grup musik legendaris asal Inggris, The Beatles. Menurut Bagus, lagu ini merupakan salah satu yang menginspirasinya dalam bermusik.

Dalam penampilannya di Gala Show keenam X Factor, Jumat (29/3) malam, Bagus memang sedikit merubah aransemen musik dari lagu Yesterday. Gede Bagus yang tampil menggunakan gitar akustik, dipuji oleh Anggun C. Sasmi sang mentor.

"Lagu ini banyak versinya, ketika kita ingin naynyi lagu ini harus ambil resiko, mulai dari nyanyi dengan musik yang sama atau berbeda. Tapi malam ini kamu nyanyiinya pas banget sangat menjiwai dan saya suka," kata Anggun di Studio RCTI, Kebon Jeruk, Jakarta, Jumat (29/3).

Hal serupa juga diungkapkan oleh Rossa. Bagi Rossa, meski menyanyikan lagu ini tidak gampang, namun Gede Bagus mampu merubah lagu ini menjadi gaya anak muda.

"Ini lagu yang simpel tapi berat, karna saat nyanyii lagu ini kamu menyandang nama The Beatles di belakang kamu, lagu ini kamu bikin anak muda dan cocok buat kamu. Aku nggak bilang ini luar biasa, tapi pas banget," kata Rossa.

"Saya rasa kamu cukup berhasil bisa membuat lagu yang diciptakan tahun 65 itu keluar dari gaya oldies. Jadi menurut saya kamu cukup berhasil membuat lagu keluar dari sisi oldies," lanjut Dhani.

Selasa, 19 Februari 2013 10:16

Jakarta, C&R Digital - Tony Sheridan, gitaris yang juga kolega The Beatles meninggal dunia. Pria yang dianggap personil The Beatles sebagai mentor ini meninggal di usia 72 tahun.

Dikutip NME, Senin, 18 Februari, kepastian tersebut diumumkan oleh pihak keluarga Sheridan melalui akun Facebook. "Ayah sekaligus teman yang kami kasihi. Terima kasih atas kasih sayang dan inspirasimu. Kamu meninggalkan kami hari ini pada 12.00 siang," tulisnya pada 16 Februari.

Sheridan meninggal di Hamburg, tempat ia bersama The Beatles mulai merintis karir. Saat itu, ia berperan di beberapa rekaman awal The Beatles setelah bertemu dengan John Lennon, Paul McCartney, dan George Harrison di Jerman pada awal dekade 60-an.

Sheridan ketika itu adalah sosok yang dikenal di klub-klub Hamburg. Ia kemudian bergabung dengan The Beatles untuk merekam beberapa lagu, termasuk My Bonnie, The Saints, Ain, She Sweet, dengan nama Tony Sheridan dan Beat Brothers.

Gitaris The Beatles, Paul McCartney bahkan menyebut Sheridan sebagai guru. Pasalnya, menurut McCartney, pengaruh yang diberikan Tony Sheridan sangat besar kepada The Beatles saat merintis ketenaran. Terutama saat mereka dengan bermain di klub-klub di distrik kota di Hamburg.

Menurut salah satu pengunjung klub di Hamburg, Top Ten Club, Sheridan adalah gitaris yang tidak terduga. Sheridan sering mabuk dan jatuh dari panggung kala itu.

Sheridan merilis solo album terakhirnya, Vagabond pada 2002. Di tahun 2012 ia tampil di Beatlefair, San Diego, California, beberapa minggu sebelum menjalani operasi jantung di Jerman. 

Jumat, 15 Februari 2013 10:47

Jakarta, C&R Digital - Tiga musisi seperti kelas atas, Graham Coxon, Ian Broudie dan Stereophonics, akan membantu proses rekam ulang album pertama band legendaris The Beatles bertajuk Please Please Me. Proyek remake ini untuk merayakan 50 tahun diluncurkannya album tersebut.

"Saya sangat senang bisa melakukan hal itu, karena ini bukan tentang bagaimana orang langsung berpikir tentang lagu Beatles, jadi semacam lagu jiwa, yang memiliki tantangan tersendiri," ungkap Graham Coxon, kepada BBC, Kamis (14/2).

Gitaris grup musik Blur ini terlibat dalam rekam ulang lagu ciptaan Burt Bacharach berjudul Baby It's You. "Meskipun aku bukan penyanyi soul, mungkin aku harus berkumur beberapa butir beras untuk mendapatkan suara kasar, karena aku tidak terlalu serak," ujarnya.

Sementara pentolan grup band The Lightning Seeds, Ian Broudie, turut merekam ulang lagu ciptaan John Lennon dan Paul McCartney berjudul Do You Want To Know a Secret. "Lagu ini pada dasarnya adalah bagian dari hidup mereka," papar Broudie. "Ini seperti memperlihatkan bagaimana mereka sudah memiliki sebuah pertunjukan sebelum mentandatangi kontrak dengan George Martin."

Album ini akan menjadi bagian dari kampanye The Golden Age of The Album yang digagas oleh BBC dan akan disiarkan di Radio 2 BBC, BBC 6 Music dan BBC Four bulan Februari ini.

Rabu, 05 September 2012 12:12

Jakarta, C&R Digital - Angklung Night, sebuah konser yang membawakan karya-karya band legendaris The Beatles dengan alunan alat musik angklung akan digelar di Jakarta, 7-8 September 2012. Tak hanya kelompok musik angklung, dalam acara tersebut juga akan menampilkan grup band yang sudah diakui untuk membawakan karya The Beatles yakni, HeartBeat Band.

HeartBeat Band merupakan grup musik peniru The Beatles yang dibentuk sejak 2007. Grup ini dipimpin oleh Agus Seksarsyah Rasjidi, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sumedang, bersama personil lain Yanuar Salman, Edwin Mustafa, Yuyus Ruslaiman, Ari Sundara, Yadi Cahyadi, Edwin Djakaria.

HeartBeat Band juga didampingi kelompok Brass Section yang terdiri dari Apandi, Pupuh, Yanyan, Yadi, Ilham dan Sansan dari Grup Drumband Gita Swara Tandang milik Pemkab Sumedang.

Di kancah internasional, HeartBeat Band sudah diakui untuk membawakan lagu-lagu dari The Beatles, band rock legedaris asal Liverpool (Inggris) yang dibentuk pada 1960. Dikutip dari Beatlejogja.wordpress.com, HeartBeat Band pernah tampil di Beatles Week Festival di Liverpool pada Agustus 2011.

Grup band asal Sumedang (Jawa Barat) ini juga masuk dalam daftar 50 band peniru The Beatles terbaik di seluruh dunia versi Majalah Newsweek. HeartBeat Band merupakan satu-satunya band Indonesian yang masuk bersama negara-negara seperti Itali, Australia, Jepang, Jerman, Belanda, Inggris, Ceko, hingga Amerika.

Keunggulan dari HeartBeat Band adalah mereka mampu membawakan lagu-lagu psychedelic atau biasa disebut lagu dengan aransemen yang penuh eksplorasi berbau eksperimental terhadap berbagai instrumen musik. Hal tersebut sangat jarang dibawakan band-band peniru The Beatles saat ini, khususnya di Indonesia.

Lagu-lagu yang masuk dalam psychedelic adalah Magical Mitery Tour, Got To Get You In To My Life, Glass Onion, Penny Lane, With a Little Help From My Friend, Helllo Good Bye, dan Happieness is A Warm Gun. Agus Seksarsyah Rasjidi mengaku dengan personel kroyokan, kesulitan saat membawakann jenis psychedelic ini justru dirasakan sebagai tantangan.

Kamis, 20 September 2012 13:12

Jakarta, C&R Digital - Kerinduan para penggemar akan band legendaris asal Liverpool, Inggris, The Beatles akan segera terobati. Pasanya, G-Pluck, yang merupakan grup musik The Beatles-nya Indonesia, akan menggelar konser di Rolling Stones Cafe, Jakarta pada 21 September 2012.

Konser bertajuk The Beatles in Love ini akan menceritakan perjalanan grup musik The Beatles yang dibentuk pada 1960 hingga pembubarannya pada Desember 1970. Untuk dapat menyaksikan konser yang diselenggarakan oleh Djarum Super MLD ini, penyelenggara memasang harga tiket Rp 100 ribu.

Lagu-lagu hits The Beatles seperti Shake it up Baby, Twist and shout, Come on Baby, Work It on out, Ask Me why, Hello, Goodbye, dan Help akan melantun dalam konser nanti. The Beatles yang popular pada dasawarsa 1960-an dan 1970-an berangotakan John Lennon (vokal, gitar), Paul McCartney (vokal, bas), George Harrison (gitar, vokal), dan Ringo Starr (drum, vokal),

G-Pluck merupakan band asal Bandung menjadi band peniru The Beatles yang keseluruhan hampir mirip. Band ini beranggotakan Awan Garnida (vokal, bass guitar) berperan sebagai Paul McCartney, Adnan Sigit (vokal, rhythm) sebagai John Lennon, Wawan HID (vokal, lead guitar) sebagai George Harrison, serta Beni Pratama (vokal, drum dan perkusi) sebagai Ringo Starr.

G-Pluck membawakan lagu-lagu The Beatles tanpa mengubah komposisi musiknya. Alat musik yang mereka gunakan juga sejenis dengan yang digunakan oleh para personel The Beatles di masa lalu. Hingga busana yang mereka gunakan juga mirip dengan The Beatles.

G-Pluck Beatles Band terbentuk di awal  2000. Mereka sudah beberapa kali tampil di Jakarta, Bandung, dan Surabaya. Bahkan kiprah mereka juga sudah tercatat dalam sejarah musik Indonesia dengan tampil di acara Beatles Week Festival di Liverpool, Inggris pada Agustus 2008.

  •  Start 
  •  Prev 
  •  1 
  •  2 
  •  3 
  •  Next 
  •  End 

ENTERTAINMENT NEWS ONLINE