Jakarta, C&R Digital - Di tahun ini Slank terus berkembang di dunia teknologi. Setelah memiliki aplikasi ponsel pintar dan situs resmi pribadi, kini Slank tengah mempersiapkan Slankers TV. Diakui Abdee, gitaris Slank, pengerjaan Slankers TV ini merupakan rangkaian program menuju ulang tahun Slank ke 30 tahun.
"Di tahun ini Slank genap 30 tahun, jadi alhamdulillah kita sekarang lagi merancang untuk menuju 30 tahun Slank. Semua kegitan di tahun ini berujung di 30 tahun Slank, termasuk Slankers TV," kata Abdee Negara, gitaris Slank saat ditemui di Gang Potlot, Pasar Minggu, Jakarta, Jumat (17/5) sore.
Sayangnya, Abdee mengaku untuk saat ini tidak bisa menceritakan lebih lanjut mengenai Slankers TV yang saat ini masih dalam tahap uji coba. Program tersebut nanti bisa di akses melalui situs slankers.tv.
"Di uji coba Slankers TV bisa ngasih masukan dan komen, dan Insy Allah itu bisa di luncurkan di pertengahan tahun ini. Ini merupakan perpanjangan dari media slank.com," lanjut Abdee.
Jakarta, C&R Digital - Grup musik rock Slank pada bulan Desember mendatang akan genap berusia 30 tahun. Untuk merayakan hal tersebut, Slank akan mempersiapkan konser megah yang mengambil lokasi di Stadion Utama Gelora Bung Karno Jakarta. Ini merupakan cita-cita Slank sejak lama untuk bisa tampil di GBK.
"Desember nanti Slank 30 tahun, dan cita-cita Slank pengen main di GBK, Insya allah terlaksana. Karena memang menjadi keinginan terbesar Slank untuk ultah di GBK, mudah-mudahan lancar dan nggak ada halangan," kata Bimbim, drummer Slank saat ditemui di Gang Potlot, Pasar Minggu, Jakarta, Jumat (17/5) sore.
Konser perayaan tersebut akan menggunakan set panggung yang megah. Saat ini, band yang beranggotakan Kaka (vokal), Bimbim (drum), Abdee (gitar), Ridho (gitar), dan Ivanka (bas) itu mengaku masih mempersiapkan izin.
"Persiapannya masih nunggu izin dan sponsor, tapi lebih mencoba izin dulu. Konsernya di GBK, Insya allah panggungnya adalah lapangan bola itu, jadi penonton duduk di tribun. Kita akan membawakan lagu-lagu terbaik kita," lanjut Bimbim.
Jakarta, C&R Digital - Grup musik rock, Slank baru saja sukses menggelar tur konser di lima kota di Indonesia. Konser yang dimulai sejak 30 April silam di Banyuwangi itu berjalan lancar tanpa adanya keributan di antara penonton. Dengan kejadian tersebut, Slank akhirnya bisa membuktikan kalau konser band mereka tidak bisa di identikkan dengan kerusuhan.
Saat ditemui di basecamp Slank di Gang Potlot, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Jumat (17/5) sore, para personel Slank seperti Kaka (vokal), Bimbim (drum), Abdee (gitar), Ridho (gitar), dan Ivanka (bas) ini selalu membawakan lagu nasional, Garuda Pancasila di setiap konser mereka.
"Kenapa pilih lagu Garuda Pancasila karena lebih kental unsur persatuan. Jadi kita ingin adanya persatuan dari Slankers (sebutan penggemar mereka), polisi, dan beberapa pihak lainnya. Kita ingin menunjukan lewat konser kemarin kita bersatu untuk senang-senang dan murni pertunjukan dengan menghilangkan image yang pernah menempel di kita," kata Kaka, sang vokalis.
Untuk menyaksikan konser yang berlangsung di Banyuwangi, Banjarmasin, Blitar, Ngawi, dan Manado itu, para Slankers diwajibkan membeli tiket masuk. Meski begitu, di kelima kota tersebut masih berhasil mendatangkan belasan ribu penonton.
"Adanya tiket agar kita bisa menyaring mana penonton yang benar-benar pecinta musik dan mana yang hanya sekedar ingin mabuk-mabukan di tempat keramaian. Itu kerjasama dengan semua pihak dari sponsor, promotor, dan band," kata Abdee, gitaris Slank.
Diakui sang penggebuk drum, Bimbim, mereka juga mencampur rangkaian lagu yang mereka bawakan selama konser. "Tiga puluh lagu di setiap pertunjukan mulai lagu lama dan baru. Jadi kita atur juga untuk meredam penonton. Kita gabungkan lagu terkenal dan lagu yang nggak terkenal. Jadi setelah penonton berjingkrak-jingkrakan di lagu hits, mereka langsung tenang waktu kita bawakan lagu yang belum terkenal," ujarnya.
Jakarta, C&R Digital - Setelah sempat mendapat larangan menggelar konser karena sarat terjadinya kerusuhan, namun Band Slank akhirnya kembali diperbolehkan menggelar konser. Mereka pun langsung memulainya dengan menggelar tur konser kecil di 5 kota seperti Banyuwangi, Banjarmasin, Blitar, Ngawi hingga Manado. Konser lima kota yang dijalani mereka berlangsung dengan aman tanpa ada kerusuhan.
"Kita kemarin baru pulang dari tur kecil ke 5 kota. Konser itu berlangsung sangat memuaskan buat Slank, karna Slank sudah lama nggak tur juga. Dan kelima kota tersebut sudah lama nggak kita singgahi, jadi level keseruannya nilai 8," kata Kaka, sang vokalis saat ditemui di Gang Potlot, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Jumat (17/5) sore.
Selama melakoni konsernya tersebut, band yang beranggotakan Kaka (vokal), Bimbim (drum), Abdee (gitar), Ridho (gitar), dan Ivanka (bas) ini mengaku mereka dikawal layaknya anak pejabat."Ini uji coba tur pertama kita setelah berhasil musyawarah dengan pihak kepolisian. Jadi waktu konser kemarin kita benar-benar di jaga kaya VVIP oleh polisi hingga 1000 personil. Kaya anak pejabat, jadi makasih buat polisi yang antusias menjaga Slank. Dan terima kasih buat Slankers (sebutan penggemar mereka) yang benar-benar menonton konser dengan aman dan nggak ada keributan," kata Bimbim.
Tur konser kecil Slank digelar sejak tanggal 30 April lalu hingga 14 Mei kemarin. Konser yang berlangsung tanpa ada kericuhan tersebut sukses menghadirkan sekitar belasan ribu Slankers di masing-masing kota.
Jakarta, C&R Digital - Kepolisian Republik Indoensia tak menghalangi grup band Slank untuk menggelar konser. Demikian disampaikan oleh Kepala Bagian Penerangan Umum Mabes Polro, Kombes Pol. Agus Rianto, saat saat mengundang band beraliran blues rock tersebut ke gedung Mabes Polri, Jumat (22/2). Undangan ini terkait pengajuan gugatan dari band yang dibentuk akhir tahun 1983 ini terkait uji materi UU No 2/2002 tentang izin keramaian di Mahkamah Konstitusi (MK).
“Beberapa waktu lalu, ada seidkit kegundahan dari rekan-rekan dari grup band Slank ini, menurut mereka beberapa jadwal konser sering dibatalkan oleh pihak kepolisian setempat. Atas dasar hal tersebut, Slank mengajukan uji terhadap isu UU no. 2/2002. Kami tidak pernah menghalang-halangi Slank untuk menggelar konser, tapi kami tetap mengapresiasi pendapat mereka,” ungkap Kombes Pol. Agus Rianto di gedung Humas Mabes Polri.
Dalam pertemuan itu, band yang digawangi Kaka (vokal), Bimbim (drum), Ivanka (bas), Abdeenegara dan Ridho (gitar) serta sang manajer, Bunda Iffet, tersebut, sekaligus mencabut gugatan yang sempat diajukan tersebut. “Kedatangan kami karena diundang polisi untuk musyawarah tentang uji materi tentang izin keramaian, setelah bermusyawarah kami sepakat untuk mencabut gugatan yang di MK. Peace, salam damai, seperti lagu kami, di Pulau Biru semua bisa selesai dengan bicara,” kata Bimbim.
Bimbim menuturkan, pencabutan gugatan tersebut, setelah pihak kepolisian menjamin tak ada pencelakan terhadap band ini di mana saja. “Kami (Slank) harus bergandeng tangan dengan Polri dan tidak perlu berseteru di meja hijau. Kami akan lanjutkan konser dengan jaminan keamanan dari polisi,” paparnya.
Sebelumnya, Slank mendatangi MK bersama kuasa hukumnya, Andi Mutaqin, untuk mendaftarkan permohonan uji materi UU 2/2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia untuk pasal 15 UU ayat 2A tentang izin keramaian, pada Januari. Slank merasa menjadi korban diskriminasi atas Undang-undang tersebut. Delapan konsernya yang direncanakan harus dibatalkan karena dilarang oleh Badan Intelijen Kemanan sebagai badan yang berwenang mengeluarkan ijin keramaian di Indonesia.
Jakarta, C&R Digital - Slank tak pernah kehabisan ide untuk penggarapan setiap albumnya. Band yang sudah berusia 29 tahun dengan gaya khas ‘selengeannya’ itu selalu membuat gebrakan-gebrakan baru yang menjadi sebuah pengaruh besar bagi industri musik Indonesia.
“I Slank U” merupakam album yang ke-20, kali ini dengan konsep perekaman secara live yang terdiri dari 14 lagu baru dengan lagu andalannya Sedekah dan Punya Cinta.
Mereka mengklaim sebagai band Indonesia pertama yang rekaman secara live di ruang terbuka. Salah satu tempat terbuka adalah markas besar Slank di Jl. Potlot III, No. 14.
”Kalau rekaman live kita sudah sering, sudah biasa. Kami ingin Slankers tau bagaimana selama ini Slank rekaman,” kata Bimbim saat jumpa pers peluncuran album “I Slank U” itu, Senin kemarin.
Album ini mereka kerjakan tanpa ada rekaman demo terlebih dulu. “Suara aku sampai habis, karena kalau ada kesalahan kita re-take,” kata Kaka. “Satu lagu bisa sampai lima kali take, kita ambil mana yang bagus hasilnya.”
Berbagai kendala pun mereka hadapi. Salah satunya cuaca, namun mereka puas dengan hasil rekaman album ini.
“Kami rekaman di ruang terbuka, ada suara air mancur, suara hujan juga kami ambil, biar ada atmosfirnya dan memicu adrenalin kita,” kata Bimbim.
Mereka melakukan proses rekaman ini didasari oleh kejenuhan Slank merekam puluhan album hanya di sebuah studio dengan berbagai bantuan atau perubahan untuk memperindah hasil rekaman.
“Kita bosan yang rapi, kita mau yang busuk,” kata Bimbim.
Jakarta, C&R Digital - Slank tak pernah kehabisan ide untuk penggarapan setiap albumnya. Band yang sudah berusia 29 tahun dengan gaya khas ‘selengeannya’ itu selalu membuat gebrakan-gebrakan baru yang menjadi sebuah pengaruh besar bagi industri musik Indonesia. Mereka mengklaim sebagai band Indonesia pertama yang rekaman secara live di ruang terbuka. Salah satu tempat terbuka adalah markas besar Slank di Jl. Potlot III, No. 14.
”Kalau rekaman live kita sudah sering, sudah biasa. Kami ingin Slankers tau bagaimana selama ini Slank rekaman,” kata Bimbim saat jumpa pers peluncuran album “I Slank U” itu, Senin kemarin.
Album ini mereka kerjakan tanpa ada rekaman demo terlebih dulu. “Suara aku sampai habis, karena kalau ada kesalahan kita re-take,” kata Kaka. “Satu lagu bisa sampai lima kali take, kita ambil mana yang bagus hasilnya.”
Berbagai kendala pun mereka hadapi. Salah satunya cuaca, namun mereka puas dengan hasil rekaman album ini.
“Kami rekaman di ruang terbuka, ada suara air mancur, suara hujan juga kami ambil, biar ada atmosfirnya dan memicu adrenalin kita,” kata Bimbim.
Mereka melakukan proses rekaman ini didasari oleh kejenuhan Slank merekam puluhan album hanya di sebuah studio dengan berbagai bantuan atau perubahan untuk memperindah hasil rekaman.
“Kita bosan yang rapi, kita mau yang busuk,” kata Bimbim.
JAKARTA, C&R Digital - Slank, grup band asal Jakarta, membuka usaha berjualan kopi. Merknya sama dengan nama grup band mereka. Mereka juga membubuhkan tagline untuk produk tersebut, Kopi Slank, Langsung Melek Bikin Happy. Menurut Kaka, sang vokalis, kopi ini persembahan dari Slank bagi para Slankers— sebutan para pengemar Slank— yang suka minum kopi.
"Ide membuat kopi ini datang dari anak-anak Slank, daripada copy paste lagu, mending minum kopi Slank," kata Kaka di markas Slank, Gang Potlot, Jakarta Selatan, pekan lalu.
Kopi Slank belum beredar luas di pasaran. Tapi Kaka mengaku senang sudah bisa membuat para Slankers menikmati kopi tersebut. "Gue yang mempromosikan ke warung-warung kelontong di pinggir jalan," kata Kaka. "Baru beredar di Jakarta Barat, khususnya di daerah Daan Mogot."
Untuk memproduksi kopi tersebut, Slank bekerjasama dengan PT Gizindo Pangan Sejati, Tanggerang (Banten). "Kopi Slank dijual seceng (seribu rupiah)," kata Kaka.
- HOT NEWS
- Popular
- Tags

