Selasa, 05 Maret 2013 17:22

Jakarta, C&R Digital - Aktris Geena Davis mengkritik penampilan Seth MacFarlane sebagai pemandu acara Piala Oscar 2013 yang digelar 24 Februari silam. Ini menyusul komentar dan kelakar Seth tentang adegan telanjang dan kecantikan pemeran wanita dalam sejumlah film yang dinominasikan di ajang paling bergengsi bagi insan perfilman dunia tersebut.

Aktris terbaik di ajang yang sama pada 1988 tersebut menilai Seth telah bersikap tak hormat pada perempuan, khususnya yang tampil diajang bergengsi bagi insan perfilman dunia tersebut. Seth telah melontarkan kata-kata yang tak pantas yang mengecilkan perempuan.

Sayang sekali bahwa kemenangan sosok wanita yang kuat jadi tertutupi oleh ketidakhormatannya pada wanita,” kata Geena pada anggota California Assembly di Sacramento, dikutip dari Associated Press, Senin (4/2).

Ketua komisi urusan Perempuan di Amerika Serikat ini juga menyebutkan, pihaknya menierima dua surat dari pembuat undang-udang di negara bagian yang menuntut agar panitia Oscar, Academy of Motion Pictures of Art and Sciences, meminta maaf secara resmi dan terbuka atas pernyataan tak pantas sang pemandu acara.

Menjawab tuntutan tersebut, penyekenggara Oscar justru membela Seth dengan mengatakan bahwa ajang tersebut juga ajang kebebasan berekspresi bagi siapapun. Sehingga mereka menilai tak perlu melakukan permintaan maaf seperti yang dituntutkan.

Senin, 04 Maret 2013 19:43

Jakarta, C&R Digital - Piala Oscar menjadi dambaan bagi setiap insan perfilman dunia. Tapi tidak bagi bintang film Silver Linings Playbook, Bradley Cooper. Ia bahkan mengaku tak peduli jika tak masuk dalam nominasi di kategori aktor terbaik di ajang Academy Awards lalu.

Aktor yang memulai karirnya dengan perberan dalam serial televisi Alias ini mengaku tak lagi peduli dengan penghargaan sejak kematian sang ayah, dua tahun silam. "Saya tidak ingin memenangkan Oscar. Itu tidak akan mengubah segalanya. Kekosongan dalam hidup saya tidak akan bisa terpenuhi lagi," seperti dikutip Digital Spy, Senin (4/3).

Aktor asal Amerika Serikat ini mengaku sangat kehilangan karena telah hidup bersama selama 36 tahun. "Saya melihat dia sekarat dan aku berada di sampingnya, bernapas bersamanya dan aku melihat hembusan napas terakhirnya dan ia pergi," ceritanya. "Saya telah mengalami segala hal dan itu menjadi momen paling terhormat yang pernah saya alami. Dan itu mengubah segalanya. Tak ada yang bisa menandinginnya sejak saat itu."

Aktor berusia 38 tahun ini juga mengatakan, kehilangan seorang ayah membuat dirinya percaya diri, terutama dalam mengendalikan sesuatu yang ia takuti. "Ayah saya telah memberi dua hadiah - saat memiliki saya dan meninggal bersama saya. Dulu saya pernah menjadi seorang anak yang gugup jika harus berbicara di depan publik. Tapi sekarang, saya sudah tidak gugup lagi," ungkapnya.

Kamis, 28 Februari 2013 11:40

Jakarta, C&R Digital - Sejumlah aktor dan aktris Indonesia tak sabar menonton film Argo di bioskop Indonesia. Mereka mengaku menantikan film yang dinobatkan sebagai film terbaik di ajang Academy Awards ke-85 itu.

Aktris sekaligus sutradara Lola Amaria, misalnya, mengaku sangat menantikan film yang dibintangi sekaligus disutradarai oleh Ben Aflleck itu. “Belum nonton film Argo. Janjinya mau dimasukin. Nonton film yang bajakan enggak enak, jadi nunggu yang original dulu kan kita nunggu di bioskop," papar Lola saat di di XXI Epicentrum, Jakarta, awal pekan ini.

Hal serupa juga diungkapkan oleh aktor Joe Taslim. Pemain film Fast and Furioust 6 ini sangat penasaran dengan film yang menjadi Box Office Hollywood itu. “Puas sih, Nominasinya keren-keren dan Argo jadi film terbaik. Walau jujur belum nonton karena belum tayang di sini. Tambah penasaran pengen nonton, pasti tuh film keren banget karena bisa ngalahin Life Of Pi dan semua," ungkap Joe.

Sementara, Sekretaris Corporate Cinema 21, Catherine Keng, mengaku tengah menegosiasi untuk bisa memasukan sejumlah film yang masuk dalam nominasi Oscar tahun ini. “I’ll do my best agar Argo dan film-film nominasi (Oscar 2013) dapat diputarkan di Indonesia. Saya bantu bicarakan ini,” janjinya.

Film Argo berhasil keluar sebagai Film Terbaik Oscar 2013. Film ini berhasil menyingkirkan nominator lain seperti Amour, Beasts of the Southern Wild, Django Unchained, Les Miserables, Life of Pi, Lincoln, Silver Linings Playbook dan Zero Dark Thirty.

Rabu, 27 Februari 2013 16:05

Jakarta, C&R Digital - Sutradara Joko Anwar mengaku kecewa sutradara film Argo, Ben Affleck, tak termasuk dalam nominasi sutradara terbaik di Academy Awards 2013. Menurut sutradara Modus Anomali itu, jika film garapannya, Argo, menjadi film terbaik, seharusnya Ben Affleck masuk sebagai nominator sutradara terbaik bersama Steven Spelberg dan Ang Lee.

"Harusnya, Ben Affleck juga masuk (nominasi sutradara). Ya, tapi biasa, orang-orang hebat biasanya enggak masuk (nominasi), apalagi di Indonesia," ujarnya saat ditemui di acara Nonton Bareng Oscar 2013 di XXI Epicentrum, Jakarta Senin lalu.

Joko juga mengeluhkan kemenangkan film Life Of Pi di kategori sinematografi terbaik di ajang yang digelar di Dolby Theater, Los Angeles, akhir pekan lalu tersebut. “Sesuai prediksi, kecuali sinematografi untuk Life of Pi. Seharusnya, kalau sinematografi itu, saya lebih memilih Lincoln," ungkapnya.

Joko juga menyebutkan bahwa dirinya sudah menduga Argo akan keluar sebagai film terbaik. “Dari awal saya sudah dukung Argo,” tandasnya.

Sutradara Indonesia kelahiran Medan, 3 Januari 1976 ini mengawali karirnya sebagai seorang wartawan sebelum akhirnya menjadi asisten sutradara dalam film Biola Tak Berdawai. Selama ini film-film karya Joko telah berhasil meraih penghargaan-penghargaan internasional salah satunya adalah Puchon International Fantastic Film Festival 2009.

Selasa, 26 Februari 2013 13:09

Jakarta, C&R Digital - Reaksi yang diterima host Oscar 2013 Seth MacFarlane membuktikan bahwa salah satu pekerjaan memandu acara prestisius bisa menjadi pekerjaan yang kurang diapresiasi.

Seth MacFarlane tampak sibuk memperhatikan opini di masyarakat mengenai performancenya di Oscar. Dia memang sudah memperkirakan bahwa dia akan “dicabik-cabik” oleh pemirsa. Dia benar, khususnya di media social. Namun ada juga yang menyukai penampilannya seperti para fansnya (dan juga fans acara animasi kreasinya).

Seperti event Oscar sebelumnya, dari segi pemenangnya sendiri relative tak ada kejutan. Daniel Day Lewis dan Jennifer Lawrence merajai pemeran utama demikian juga Christop Waltz memenangkan supporting actor, semua sudah terduga. Yang jadi kejutan terbesar biasanya malah sosok hostnya. Penampilan David Letterman tahun1995 yang canggung sebagai host Oscar tetap diingat sampai sekarang. Chris Rock berusaha tampil lebih kreatif  tahun  2005 namun ternyata hasilnya bisa dibilang datar. 

Menilai penampilan beberapa host yang bisa dibilang kurang memuaskan, maka  akhirnya panitia Oscar kembali pada Billy Crystal – sosok host Oscar yang paling mumpuni dengan 8 kali track record memandu Oscar .  Namun  saat memandu Oscar sesudah itupun Billy dianggap sudah tidak lagi selincah dan dapat diandalkan seperti dulu.

Beberapa pihak agak berempati kepada Seth. Whoopi Goldberg  yang empat kali memandu Oscar menganggap posisi Seth atau siapapun hostnya memang agak terjepit.  Mereka harus jadi  penarik  bagi  mereka yang tidak pernah nonton Oscar untuk nonton dan juga saat yang sama mereka harus jadi host bagi mereka yang memang  penonton sejati acara ini.

Dua posisi berlawanan digabung bersamaan, amat  sulit untuk dilakukan.

Nielsen mencatat jumlah penonton Oscar saat ini naik satu juta pemirsa dibanding tahun lalu menjadi 40,3 juta orang. Yang terpenting bagi ABC, rating bagi demopgrafi 18- 49 tahun naik 11 % dibanding tahun lalu.

Memang beberapa joke Seth MacFarlene agak sukar disukai bahkan oleh beberapa orang barat yang terkenal bebas. Misalnya ketika dia berkata, “Saya pikir sosok yang merasuk ke pemeran Lincoln adalah John Wilkes Booth (pembunuh Lincoln yang tadinya juga aktor)”. Penonton langsung “menggerung” tidak setuju.

Sebenarnya ini maksudnya pujian betapa bagus pemeran Lincoln, namun rupanya menyamakan dedikasi Daniel Day Lewis dengan sosok yang dibenci sepanjang masa merupakan manuver yang buruk.

 

Selasa, 26 Februari 2013 10:40

Jakarta, C&R Digital - Film Zero Dark Thirty mendapatkan kritik dari keluarga korban serangan 11 September karena menggunakan rekaman percakapan telepon terakhir seorang kru pesawat yang tewas dalam peristiwa tersebut.

Seperti diberitakan BBC, Senin, 24 Februari, Zero Dark Thirty menampilkan suara Betty Ann Ong, yang berada di salah satu pesawat yang menabrak gedung World Trade Center. Saudara laki-laki Betty, Harry Ong mengatakan kepada New York Times bahwa film itu menyakitkan hati.

Film yang baru saja meraih Oscar di kategori penyuntingan suara terbaik (bersama Skyfall) ini, menceritakan tentang perburuan dan pembunuhan Osama Bin Laden. Penulis naskah Mark Boal mengatakan kepada harian tersebut, Ong merupakan pahlawan nasional.

Ong, seorang kru pesawat American Airlines Penerbangan 11 melakukan percakapan telepon selama 23 menit dari pesawat dengan pihak otoritas untuk memberikan rincian pembajakan.

Ong merupakan salah satu korban yang suaranya didengarkan dalam sebuah adegan awal film Zero Dark Thirty. Saudara laki-laki Ong mengatakan potongan suara itu digunakan tanpa ijin. "Saya pikir itu menyakitkan hati, dan keputusan yang buruk, serta penyalahgunaan suara," kata Ong kepada New York Times.

Dia meminta pembuat film untuk menyampaikan permohonan maaf dalam ajang Piala Oscar jika film itu memenangi salah satu kategori. Dia juga meminta pembuat film untuk mendonasikan dana ke yayasan yang menggunakan nama Ong, termasuk penghargaan bagi Betty Ong, dan menampilkan pernyataannya dalam situs dan DVD yang menjelaskan bahwa keluarga Ong tidak mendukung penyiksaan, yang digambarkan dalam film tersebut.

Mark Boal pun akhirnya mengatakan kepada harian tersebut. "Komisi 9/11 memproklamirkan, tanpa keraguan Betty Ong merupakan pahlawan nasional kami," katanya

Dalam sebuah pernyataan, Sony studio dan Annapurna Pictures mengatakan Boal dan sutradara Kathryn Bigelow telah menghubungi keluarga korban sejak film tersebut diluncurkan dan juga menggelar acara nonton bersama sejumlah keluarga korban. "Zero Dark Thirty, merupakan penghargaan bagi mereka yang terkena dampak serangan," seperti disampaikan pernyataan tersebut.

Dalam situs resmi Zero Dark Thirty juga telah mencamtukan link situs Yayasan Betty Ong, organisasi Voices of September 11th organisation dan situs mengenang 9/11.

Film itu telah memicu kontroversi sejak diluncurkan, termasuk masalah penggambaran penyiksaan, dan kaitan antara pembuat film dengan CIA, serta apakah merupakan bentuk propaganda bagi presiden Obama yang terpilih kembali. 

Peristiwa 11 September adalah serangan teroris yang meruntuhkan gedung World Trade Center di Amerika.

Senin, 25 Februari 2013 19:32

Jakarta, C&R Digital - Film Argo dinobatkan sebagai film terbaik pada pagelaran Academy Awards ke-85, tahun ini. Film garapan Ben Affeck ini mengalahkan delapan pesaingnya, yakni Amour, Beasts of The Southern Wild, Django Unchained, Les Miserables, Life of Pi, Silver Linings Playbook, Zero Dark Thirty dan Lincoln.

"Saya tak pernah menyangka bisa kembali berada di depan sini. Saya ingin berterima kasih kepada teman-teman kita di Iran, yang hidup dalam keadaan yang mengerikan," kata produser dan sutradara film ini, Ben Affleck seperti dikutip AFP.

Pada malam penghargaan yang berlangsung di Dolby Theatre, California, Amerika Serikat, Minggu (24/2) malam waktu setempat ini, dua penghargaan lainnya juga diraih Argo, yakni kategori Penyuntingan Terbaik (Editing) untuk William Goldenberg dan Penulisan Skenario Adaptasi Terbaik untuk Chris Terrio.

Namun demikian, kemenangan Argo pada Oscar kali ini tak diikuti dengan terpilihnya Ben Affleck sebagai Sutradara Terbaik, karena tak dinominasikan. Hal yang jarang dialami oleh sutradara yang filmnya berhasil meraih Oscar. Terakhir, hal tersebut pernah terjadi saat film Driving Miss Daisy dinobatkan sebagai Film Terbaik pada Oscar 1990.

Kesuksesan Argo di Oscar ini mengikuti kesuksesan sebelumnya yang terjadi di awal tahun ini dengan menyabet penghargaan bergengsi lainnya sebagai film terbaik, yakni pada British Academy of Film and Television Arts (BAFTA), Golden Globe 2013 dan Screen Actors Guild (SAG) Awards 2013.

Senin, 25 Februari 2013 16:44

Jakarta, C&R Digital - Aktor Daniel Day-Lewis berhasil meraih penghargaan aktor terbaik dalam pagelaran Academy Awards ke-85 di Dolby Theater, Los ANgeles, Amerika Serikat, Minggu (24/2) waktu setempat. Atas penghargaan itu, ia berhasil memecahkan rekor dalam memenangkan Piala Oscar untuk aktor terbaik sebanyak tiga kali.

Sebelumnya, Daniel pernah mendapatkan dua Piala Oscar untuk film My Left Foot (1989) dan There Will Be Blood (2007). Dalam film Lincoln, aktor berusia 55 tahun ini mendapatkan Piala Oscar tahun ini berkat perannya sebagai Presiden AS Abraham Lincoln, presiden yang dikenal berkat usahanya untuk menghapuskan perbudakan di negara tersebut.

“Lincoln mempunyai dampak besar terhadap sejarah Amerika. Karena itu, saya harus berterima kasih kepada Steven (Sevel Spielberg, red). Saya juga ingin menyampaikan terima kasih kepada ibu saya, istri dan anak saya. Terima kasih banyak,” ujarnya seperti dikutip The Guardian.

Day-Lewis mengalahkan nominator lain di kategori aktor terbaik Oscar 2013, yakni Bradley Cooper dalam Silver Linings Playbook, Hugh Jackman dalam Les Miserables, Joaquin Phoenix lewat film The Master dan Denzel Washington dalam film Flight.

Sebelumnya aktor kelahiran Inggris ini juga telah mendapat berbagai penghargaan lainnya di film Lincoln, di antaranya Golden Globe, BAFTA, dan Screen Actors Guild Awards.

Sementara itu, aktris terbaik berhasil diraih Jennifer Lawrence melalui perannya dalam film Silver Linings Playbook. Ia berhasil mengalahkan nominator lainnya seperti Jessica Chastain dalam film Zero Dark Thirty dan Emmanuelle Riva di film Amour.

Adapun penyanyi Adele, berhasil meraih penghargaan di kategori Original Song. Penghargaan diraih oleh Adele berkat Skyfall dalam film dengan judul yang sama.

  •  Start 
  •  Prev 
  •  1 
  •  2 
  •  3 
  •  4 
  •  Next 
  •  End 

ENTERTAINMENT NEWS ONLINE