Melalui AKSI, Indosiar Menjawab Kritikan Minimnya Program Ramadan yang Berkualitas

Jakarta, C&R Digital - Santap sahur pemirsa setia Indosiar kali ini akan ditemani oleh sebuah program pencarian bakat berdakwah ustaz dan ustzah seluruh Indonesia, yang bertajuk Akademi Sahur Indonesia (AKSI). Meski sebuah perlombaan, namun sarat dengan pesan-pesan moral yang disampaikan oleh para peserta.

"Ini tantangan buat program inhouse Indosiar karena selama ini TV selalu dikritik setiap bulan Ramadan hanya dihiasi oleh hura-hura dan komedi-komedi yang sekedar hiburan biasa. Oleh karena itu Indosiar menjawab tantangan itu," ungkap Indra Yudistira, Deputy Production Indosiar saat konferensi pers di Studio 2 Indosiar, Jakarta Barat, Kamis (4/7) siang.

Program ini seolah Indosiar ingin memberikan 'penyegaran' wajah-wajah para da'i ternama di negeri ini.

"Kita berusaha membuat sebuah acara talent search yang mencari ustad dan ustadzah. Kita tahu kalau kita sebut nama-nama ustad hari ini, kita akan menyebut nama yang itu-itu saja," tambah Indra.

Hampir 1500 orang dari 53 pesantren di seluruh Indonesia ikut serta dalam acara ini. Delapan orang diantaranya adalah Triwahyudi (Aceh), Eko (Jakarta), Yasan (Jombang), Rohmatullah (Cilacap), Anih (Ciamis), Anis (Bekasi), Fahrizal (Solo) dan Safarudin (Makassar).

"Bukan hanya orang-orang yang ingin bernyanyi yang tampil tapi orang-orang yang punya talenta dalam bidang dakwah. Semoga setelah bulan Ramadan akan ada ustad dan ustadzah baru di Indonesia. Itu harapan kita dari AKSI," jelas Indra.

Media

www.TV.CekRicek.co.id

ENTERTAINMENT NEWS ONLINE