Tenang, tak berisik, tak boleh menyalakan blitz kamera saat memotret dan tak keluar-masuk ruangan, adalah sederet peraturan yang harus ditaati saat menonton seni teater. Tapi semua peraturan itu banyak dilanggar oleh para penonton di Indonesia. Setidaknya, pernyataan itu disampaikan aktor sekaligus sutradara teater BalakSong, Slamet Rahardjo.
Aktor kawakan ini menganggap penonton teater di Indonesia masih banyak yang melanggar peraturan tersebut hingga mengganggu konsentrasi para pemain. Ini terbukti saat pementasan pertama BalakSong, di Bentara Budaya Jakarta, 6 Desember lalu. Sejumlah pemain yang sedang perform di panggung mendadak buyar konsentrasinya saat ada seorang bayi yang menangis.
"Kalau nonton bioskop ada bayi nangis itu kita kesalnya seperti apa, 'Bu Bu, tolong bayinya bawa keluar dulu'. Nonton bioskop saja terganggu. Apalagi kalau (pementasan teater) ada kucing lewat, semua orang akan lihat kucing. Ini sangat alami," jelasnya saat ditemui di Jakarta, pekan lalu.
Baginya pelanggaran-pelanggaran itu mampu memecah konsentrasi para pemain. "Itu enggak ada asam garam, itu masalah etika. Misalnya masih ada yang motret pakai blitz. Dia pasti tak paham kalau kami ini sedang berkarya, kami ini sedang menjadi orang lain, bukan menjadi diri kami," paparnya.
Slamet membandingkan, di luar negeri para penonton yang melanggar peraturan akan langsung ditegur bahkan dikeluarkan dari ruangan agar tak mengganggu jalannya pementasan.
"Ini di Indonesia paling enggak ngerti pertunjukan. Di luar negeri itu 'ditembak' (ditegur) kalau lagi pertunjukan itu keluar masuk," tutupnya.
