Eksistensi Kesenian Betawi di Tengah Arus Globalisasi (bagian 4)

Lenong Betawi Lenong Betawi Foto Oleh Tia Purbaningrum, C&R Digital.

Lenong : Media Untuk Menyampaikan Pesan Moral

Jakarta, C&R Digital - Untuk unjuk gigi dalam bidang akting, warga Betawi memiliki wadah khusus yang dinamakan lenong. Kesenian teater atau sandiwara ini disajikan dalam bahasa Indonesia dengan dialek khas Betawi. Saat para pemain lenong  beraksi, mereka akan diiringi dengan alunan orkes gambang kromong.

Biasanya, cerita yang dibawakan dalam lenong mengandung pesan moral seperti menolong sesama, membenci kerakusan dan perbuatan tercela.

Kesenian yang berkembang mulai awal abad ke-20 ini merupakan adaptasi dari kesenian seperti komedi bangsawan dan teater stambul yang tengah popular saat itu.

Mulanya, lenong dipertontonkan seperti mengamen dari kampung ke kampung di ruang outdoor tanpa panggung. Saat pertunjukan berlangsung, salah seorang pemain akan mengitari penonton sambil meminta sumbangan secara sukarela.

Setelahnya, lenong mulai menghiasi acara-acara resepsi pernikahan dan berubah menjadi tontonan panggung. Lenong seakan naik kelas karena sering dipertunjukan secara rutin di gedung kesenian Taman Ismail Marzuki, Jakarta.

 

Selanjutnya

www.TV.CekRicek.co.id

ENTERTAINMENT NEWS ONLINE