Jakarta, C&R Digital - Band Simponi akan merilis album perdana. Sebelumnya, mereka sukses menjuarai ajang kompetisi musik anti korupsi se-Dunia di Brazil lewat hitsnya berjudul Vonis, akhir tahun lalu.
“Dalam mini album baru nanti akan ada empat lagu baru. Temanya masih tetap kritik sosial dan tentang lingkungan hidup,” ucap M. Berkah Gamulya, salahsatu personil Simfoni, kepada C&R Digital, di Jakarta, Selasa.
Band singkatan dari “Sindikat Musik Penghuni Bumi” ini juga akan tetap konsisten menyuarakan lagu-lagu tentang kepedulian pada alam dan lingkungan.
Gamulya mencontohkan, dalam lagu baru berjudul Sister in Danger misalnya, lagu ini bercerita tentang kekerasan dan pemerkosaan yang terus meningkat dari tahun ke tahun. “Perempuan selalu menjadi korban karena lemahnya perlindungan. Tidak hanya di Indonesia, namun di seluruh dunia,” jelasnya.
Rendi Ahmad, vokalis Simfoni menambahkan, lewat lagu, Simfoni juga akan tetap melakukan penyuluhan anti korupsi dan lingkungan. Pentas musik ke sekolah-sekolah-sekolah, pesantren dan universitas. “Kita akan terus keliling ke sekolah dan kampus untuk kampanye anti korupsi dan penyadaran pada ancaman Global Warming,” ujar Rendi yang juga pemeran Arai dalam film Sang Pemimpi.
Tahun lalu, Simfoni mendapat rekor MURI. lewat tur musik Rock N' Green Tour, selama 82 keliling ke sekolah dan kampus. Dalam tur itu, Simfoni juga mensosialisasikan keranjang kompos Takakura. Yaitu teknik pengolahan sampah organik untuk skala rumah tangga.
Simponi juga menjadi juara 2 lewat lagu Vonis (Verdict) pada ajang International Anti-Corruption Music Competition (Fair Play 2012) di Belgia dan Brasil yang diumumkan pada 2 September tahun lalu. Simfoni berhasil mengalahkan 75 lagu video dari 35 negara di dunia. Video disutradarai oleh Dandhy D. Laksono. Karena kemenangan ini, Simponi menggelar konser di Brasilia, ibukota Brasil.
