Respect 86, Band Pekanbaru Langganan Festival Band

Musik
Typography

 

C&R Digital -- Band asal Pekanbaru aliran modern-rock Respect 86, siap meramaikan industri musik Indonesia. Diawaki Enda (vokal), Clinton (gitar), Diego (bass), Dika (drum), dan Angga (keyboard), mereka mengenalkan single terbaru berjudul Diantara Kita.

Lagu jagoan ciptaan sang vokalis itu resmi dirilis 19 April lalu dan didengarkan secara berantai di sejumlah radio di Tanah Air.

Lagu ini bercerita tentang pengalaman pribadi Enda tahun 2011 ketika mengalami long distance relationship (LDR) saat kekasihnya kuliah di Singapura.

Mereka memberanikan diri masuk dapur rekaman dan menggarap album pertama bertajuk Future.

Single berjudul Diantara Kita ada didalam album ini, disamping delapan lagu lainnya. Uniknya, proses penggarapan album ini dikerjakan di dua kota berbeda secara terpisah.

“Ada empat lagu direkam di Pekanbaru, Riau. Sisanya di Jakarta dan dibimbing langsung oleh Mas Budhy Haryono (mantan drumer GIGI). Kalau mixing dan mastering, dengan Mas Indra Q (mantan keyboardist Slank),” tukas Enda, ditemui di kawasan Pejaten, Jakarta Selatan, belum lama ini.

Selain dua nama besar itu, Respect 86 juga melibatkan nama penting di industri musik Indonesia, yaitu Sandy Canester dan Alam Urbach. Sandy, menjadi vocal director di lagu Di Antara Kita dan Temukan Aku. Sementara, Alam, mengisi part DJ di lagu Temukan Aku. Album ini dikerjakan sejak 2014 hingga 2015.

“Kemampuan mental kami ikut di beberapa festival band, membuat kami berani hijrah dan mengembangkan karier ke Jakarta. Bertahun-tahun menjadi band festival, kami senang bisa membuat album perdana dari karya kami sendiri,” tambahnya.

Mereka mengaku, memilih genre modern-rock karena kecintaan dan influence masing-masing personil terhadap musik alternatif dan rock.

Sebelumnya, band yang terbentuk pada 8 Agustus 2008 ini kerap menjuarai berbagai ajang festival band. Beberapa meraih Juara 2 di Asian Beat 2012 dari 11 provinsi, dan Juara Umum di Festival Jamsica 17 pada 2011.

Sembilan tahun bersama tanpa bongkar pasang personil, apa yang membuat mereka solid dan kompak? “Kami berteman sejak remaja. Malah ada yang berteman sejak SD (Diego dan Dika). Buat kami, pertemanan tanpa ego adalah segalanya dan saling terbuka kalau ada masalah,” tambah Enda.