Penyanyi Timor Leste Abio Salsinha Bingkai Perjalanan Karier Lewat Buku ‘Kamera Cinta’

Musik
Typography

 

C&R Digital - Tidak hanya jago akting dan menyanyi, aktor asal Timor Leste, Abio Salsinha, ternyata jago menulis. Jumat (2/6) lalu, pemuda kelahiran 36 tahun ini meluncurkan buku pertama terbarunya berjudul ‘Kamera Cinta’.

Buku yang ditulis oleh Abio, dengan dibantu co-writer Lutfi JW ini, memaparkan sudut pandang berbeda. Sebuah sudut pandang baru tentang cara memotret peristiwa dalam perjalanan hidup.

Secara umum, buku ini mengulas tentang arti sebuah ‘jepretan’. Dikemas dengan bahasa ringan tapi bermakna dalam. Utamanya adalah memuat kisah hidup dan perjalanan karier sang penulis, Abio, di dunia hiburan. Termasuk lika-liku yang dialami ketika merantau ke Jakarta dan berkarier pada 2013.

Uniknya, buku ini dilengkapi dengan sejarah lahirnya kamera dan kisah beberapa artis ternama Indonesia yang menginspirasi Abio selama terjun di dunia entertainment. Ada kisahnya dengan Ayu Ting Ting, Jessica Iskandar, Raffi Ahmad, dan Citra Kirana.

Keempat artis tersebut, sempat beberapa kali tampil bareng dengan Abio. Seperti Ayu dan Jessica, saat Abio menjadi bintang tamu di program Fesbukers di Antv. Lalu, dengan Citra Kirana, ketika Abio adu peran di sinetron Tukang Bubur Naik Haji The Series di RCTI.

Abio menilai, para artis itu menginspirasi dirinya terjun ke dunia hiburan. Terutama Citra, selain cantik, juga sosok yang dinilainya rendah hati dan mau berbagi ilmu akan dunia seni peran.

“Selain tujuan saya berkarier di Indonesia, yaitu menyanyi dan main sinetron, misi saya adalah mempererat hubungan kedua negara Timor Leste dan Indonesia. Buat saya, Indonesia adalah saudara saya, bukan orang lain. Maka itu, saya meniti karier di Indonesia,” kata Abio, ditemui di Hotel Ibis, Harmoni, Jakarta Pusat, Selasa (6/6).

Lanjut Abio, buku ini dikerjakan selama kurang lebih empat bulan yang dibagi empat bab. Yaitu kehidupanya di Jakarta, kamera ciptaan, the power of camera, dan camera cinta in action.

“Apa yang saya rasakan, semua saya tuangkan di buku ini,” ungkap pria yang sudah melahirkan tujuh album musik di negaranya ini.

Karya Abio ini pun berbuah penghargaan dari Lembaga Prestasi Indonesia (LEPRID) yang diprakarsai oleh Paulus Pangka. Kehadiran Abio, kata Paulus, tak sekadar eksistensi di blantika musik dan akting, tapi mempererat hubungan bilateral kedua negara.

Selama ini, Abio, yang lahir dari keluarga sederhana yang saat ini menjabat posisi penting di perusahaan di Timor Leste, dikenal kerap memperkenalkan budaya kedua negara dengan kepentingan persahabatan.

“Jarang ada musisi berkarya mementingkan unsur persahabatan dua negara. Dia pantas menerima penghargaan ini,” kata Paulus.

Saat proses penganugerahan penghargaan ini, turut dihadiri oleh Wakil Menteri Sosial dan pengusaha Eng.Miguel Manetele, dan Wakil Kedutaan Besar Timor Leste di Indonesia.

Terakhir, kehadiran dua penulis dan psikolog serta dosen senior dari Universitas Muhammadiyah Surakarta Nisa Anganthi dan Setia Asyanti, dan beberapa penulis buku dari beberapa kota di Indonesia dalam komunitas Jenius Writing.

Komunitas ini lahir dari kelas pelatihan menulis Jenius Writing yang didirikan oleh coach writer nomor 1 Indonesia, yaitu Lutfi JW. Lutfi sendiri, telah menjadi co dan coach writer untuk beberapa artis dan tokoh di Indonesia.

Buku ‘Kamera Cinta’ adalah buku pertama Abio, yang akan disusul oleh buku berikutnya. Bahkan, buku kedua sudah tertulis beberapa belas halaman.

 

BACA JUGA : 

Hardi Fadhillah, Main Burung Lepas Penat

Julia Roberts Deg-Degan Ketemu Ronaldo

Membabi Buta, Debut Thriller Prisia Nasution