Posan Tobing, Sentuhan di Belakang Layar

Musik
Typography

 

C&R Digital - Tak hanya dikenal bersama band-nya, Omega, Posan Tobing juga aktif di belakang layar sebagai produser dan pencipta lagu bagi sejumlah penyanyi. Mulan Jameela, Shae, T2, Billy Syahputra, Indah Nevertari, Dara ‘The Virgin’, dan Duo Jingga adalah nama-nama yang pernah digarapnya.

Setelah hengkang dari Kotak, band yang membesarkan namanya, Posan Tobing, mengenalkan band terbaru, The Winner (kini Omega) pada 2009.

Selain sebagai drumer, Posan juga dikenal sebagai produser dan pencipta lagu untuk beberapa penyanyi.

Mantan finalis Indonesian Idol 2014 Windy Ghemari, Billy Syahputra, Shae, T2, Indah Nevertari, adalah beberapa nama yang pernah membawakan karyanya. Posan juga menciptakan dan memproduseri single Dara ‘The Virgin’ dan istri Ahmad Dhani, Mulan Jameela pada awal 2017 lalu.

Yang terbaru adalah Duo Jingga, pendatang baru yang diperkuat oleh Egha Latoya (vokal) dan Hawalii Mughni (gitar). Duo pria-perempuan ini baru mengenalkan single terbaru berjudul Hampir Gila bernuansa pop rock.

Lagu ciptaan Posan ini diperkenalkan Senin (22/5) lalu di Kemang, Jakarta Selatan. Sebelumnya syuting video klip dilakukan di Raffles Hills, Cimanggis, Depok, Jawa Barat, pertengahan Maret 2017.

Yang menarik, selain menciptakan lagu, Posan juga ikut menjadi model klip. “Saya diminta mereka (menjadi model klip). Tapi masih tetap nge-band (dengan Omega). Tapi belakangan lebih enak di belakang layar, hehe,” katanya.

Pertemuan Posan dengan dua anak didiknya ini di luar kesengajaan. Jika Posan bertemu Egha di sebuah studio di Jakarta, sementara Hawali justru di event pertunjukkan. Keduanya juga bukan pemain baru di dunia musik.

Bahkan, chemistry mereka sudah terbentuk sejak 2013, sebelumnya akhirnya bertemu dengan Posan. Egha, sempat mengawali karier sebagai personil di duo The Fatimah asuhan Republik Cinta Management milik Ahmad Dhani. Sayangnya, duo itu bubar jalan.

Posan mengaku, karakter vokal Egha dan kepiawaian memetik gitar Hawali, mengingatkannya dengan grup populer asal Swedia, Roxette, yang juga diawaki personil pria dan perempuan.

Menurutnya, Jingga punya sisi musikalitas berbobot. Ditambah vokal wanita yang indah. Dengan musik pop rock sebagai jati diri, Posan yakin, grup ini bisa diterima mudah oleh pasar musik di Tanah Air.

“Di Indonesia, sudah sangat langka format grup duo pria-wanita. Pasarnya masih potensial dan saya percaya diri. Saya mau buat sesuatu yang beda dan unik,” tambah Posan.

Ini adalah proyek perdana Posan membentuk duo pria-wanita. Selama ini, Posan memang lebih banyak mengorbitkan penyanyi solo dan grup.

Meski demikian, membentuk duo lebih sulit ketimbang grup. “Dua kepala menjadi satu. Sama-sama keras (Egha dan Hawali). Tapi ini tantangan,” lanjutnya.

Posan sudah bergelut sebagai produser musik untuk beberapa penyanyi sejak tujuh tahun lalu. Namun ia tak sembarangan untuk membuatkan lagu ke penyanyi.

Biasanya, lanjutnya, ia melihat dahulu karakter dan warna vokal si penyanyi. Setelah karakter dan warna vokal cocok, ia langsung membuat lagu. “Kadang, setelah lagu ada, baru cari penyanyi yang cocok untuk menyanyikan,” terangnya.

Ia juga punya cara unik dalam membuat lagu. Hanya datang dari sebuah mimpi, karya bisa tercipta. Namun, jika dibandingkan membuat lagu untuk penyanyi lain, ia justru cukup sulit menciptakan lagu untuk grup-nya sendiri, Omega.

“Misalnya, karakter sudah terlihat dan (lagu) tinggal masukin. Kalau bikin lagu buat band sendiri susah karena harus pas soul dan ciri khas karakter sesuai band. Kalau sudah susah bikin, bisa berhari-hari enggak selesai. Tapi paling cepat bisa 30 menitan,” imbuhnya.

 

BACA JUGA : 

BCL, Honor Anak Lebih Mahal

Lesti, Kenalkan Single Religi Ramadan 2017

Bisnis Baru Dodhy Eks ‘Kangen Band’