Krakatau Reunion, Bukan Reuni Biasa

Musik
Typography

 

C&R Digital - Krakatau menutup asa lewat konsep baru. Mereka sepakat kembali eksis lewat nama Krakatau Reunion. Seiring comeback, mereka memutuskan menggarap album baru bertajuk Chapter One.

Suatu ketika di awal 2013, Trie Utami, Dwiki Dharmawan, Pra Budi Dharma, Donny Suhendra, Gilang Ramadhan, dan Indra Lesmana, berkumpul di restoran di kawasan Bintaro, Tangerang Selatan.

Setelah 17 tahun vakum, mereka kembali bermusik dan sepakat memakai nama Krakatau Reunion pada 26 April 2013. Mereka menunjuk Donny Hardono, sound engineer Krakatau sejak 1985, sebagai eksekutif produser.

Sebagai pembuktian, Krakatau Reunion, memutuskan menggarap album baru Chapter One berisi 11 lagu baru. Dwiki mengaku, mereka sempat terpikir akan merekam ulang lagu lama mereka.

“Tapi tetap ingin lagu baru hasil karantina di Bali. Di sana (Bali), para personel dipertemukan dan latihan mengumpulkan lagu. Kembalinya Krakatau Reunion bagian dari semangat mensyukuri hidup,” ucap Dwiki, pada jumpa pers di Rolling Stones Café, Jakarta Selatan, akhir Februari lalu.

Bali, Jakarta, New York

Proses produksi dilakukan di Bali, rekaman di Jakarta, mixing di Bali, dan mastering di New York, AS. Album ini tetap menguatkan karakteristik fusion jaz ala Krakatau. Namun, satu-satunya lagu lawas yang diaransemen ulang adalah Seraut Wajah.

“Lagu itu kami pilih masuk karena pertimbangan nostalgia. Paling kuat unsur jaz-nya ketimbang lagu Krakatau lain yang dirilis sepanjang 1985-1999,” ungkap Gilang.

Album ini sebenaranya sudah diluncurkan pertengahan Desember 2016, dan diperkenalkan lewat konser reuni bertajuk ‘Krakatau Reunion’ di Convention Hall Grand City, Surabaya, Jawa Timur, pada 7 Januari 2017.

Kini, album itu kembali diperdengarkan lewat showcase di Rolling Stones Café, Jakarta, Selasa (28/2). Album ini menandai kembalinya supergrup dengan mayoritas formasi asli setelah terakhir mereka merilis album bersama lebih dari dua dekade silam.

Dengan nama Krakatau, band ini sudah merilis empat album Krakatau (1987), Second Album (1988), Kau Datang (1989), dan terakhir, Kembali Satu (1990), lewat label rekaman Bulletin.
Setelah itu, sebagian besar personel meninggalkan Krakatau dan hanya menyisakan Dwiki yang meneruskan proyek dengan musik yang jauh berbeda.

Dengan nama Krakatau Reunion, mereka sudah selusin tampil di jaz festival. Mulai dari Java Jazz 2014 (Jakarta), Jazz Traffic (Surabaya), ASEAN Jazz Festival (Batam), Kampung Jazz (Bandung), Jazz Market By The Sea (Bali), Bursa Efek Jakarta-Economic Jazz Live (Yogyakarta), Jazz Goes to Campus (Jakarta), Smada Jazz (Palu), North Sumatera Jazz Festival (Medan), Borobudur Jazz Festival dan Prambanan Jazz Festival (Jawa Tengah). Terakhir, di Citylink Jazz, (Bandung), pada 7 Mei 2016 dan Synchronize Fest 2016 di Gambir Expo, Kemayoran, Jakarta, pada 30 Oktober 2016.

Tak Sekadar Reuni

Trie Utami mengatakan, ia dan teman-temannya harus menunggu bertahun-tahun untuk mewujudkan Krakatau Reunion.

“Sebenarnya, wacana (konser reuni) sudah ada dari tahun 2000 tapi baru kesampaian sekarang. Semua (personel) sibuk dengan project masing-masing dan jadwal padat,” jelasnya.

Meskipun vakum, mereka tidak pecah atau tidak selalu jalan sendiri-sendiri. Bahkan beberapa kali diantara mereka kerap main atau nge-jam bareng. “Ternyata, setelah itu kami melihat, masih banyak fans setia Krakatau yang masih cinta dan ingat karya-karya kami,” tambahnya.

Dwiki bersyukur, band ini berada di satu titik dimana mereka kembali bersama. Menurutnya, ini bukan sekadar reuni. Tapi bisa berkarya kembali dengan formasi utuh setelah 17 tahun lebih tidak membuat album.

 

BACA JUGA : 

Audrey Lepaskan Bayang-bayang Ahmad Dhani, Piyu dan Ian Kasela

Ahmad Albar Menanti Kelahiran Bayi

Filosofi Kue Pancong Diany Pranata Ingatkan Sakralnya Pernikahan