Ahli Hynodontia Ini Kembangkan Hipnosis untuk Perawatan Gigi dan Penyakit Lain

Lifestyle
Typography

 

C&R Digital -- Sebuah ilmu baru sedang dikembangkan di kalangan dokter di Indonesia. Yaitu dengan cara menghipnotis sang pasien agar merasa nyaman ketika akan dilakukan perawatan.

“Namanya disebut sebagai hypnodontia, yaitu cara hynpsis (hipnosis) melalui ilmu kedokteran,” ucap dokter gigi Chairunnisa.

Pemaparan tersebut ia sampaikan setelah Chairunnisa usai memperoleh promosi doktor untuk disertasinya berjudul ‘Keefektifan Hipnodontik Medik untuk Mengurangi Kecemasan dan Rasa Nyeri serta Mempercepat Penyembuhan Luka Ekstrasi Gigi’, di Fakultas Kedokteran Gigi, Universitas Indonesia, Jakarta Pusat, Jumat (14/7). 

Dalam disertasi ini, lulusan doktor ke-95 dari Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia ini berhasil mempertahankan disertasi dengan yudisum sangat memuaskan.

Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh hipnodontik medik terhadap kecemasan dental, rasa nyeri dan penyembuhan luka ekstrasi.

Menurutnya, masih banyak yang memiliki paradigma yang salah tentang berobat ke dokter gigi. Tak hanya anak-anak, tak sedikit orang dewasa yang masih takut merawat ke dokter gigi.

Menurutnya, ini berawal dari pemberian sugesti yang salah secara turun menurun. Seperti orang tua yang mengingatkan anaknya untuk tak memakan banyak permen. Jika gigi sakit akibat banyak makan permen, akan dicabut dokter gigi.

Kekhawatiran ini bisa dicegah dengan menggunakan teknik hypnosis. Diantaranya melakukan komunikasi interatif antara dokter dengan pasien. “Saya berkomunikasi dengan pikiran bawah sadar untuk memudahkan mencapai tujuan yang tidak bisa diselesaikan lewat pikiran sadar,” jawabnya.

Tak hanya gigi, teknik terapi hipnosis ini terbukti juga bisa menyembuhkan penyakit mematikan. Seperti kanker.

Ia menyebut, dari penelitian terhadap 121 pasien usia 17-45 tahun, ada 44 orang yang mengalami tingkat kesembuhan luar biasa, 20 kesembuhan biasa, dan selebihnya kesembuhan lambat.

“Cara metode hypnosis untuk kanker ini memberikan komunikasi tepat yang menghadirkan growth hormone. Inilah perantaranya, yakni dengan memacu produksi hormone dengan jumlah banyak yang bisa memicu kesembuhan pada kanker,” katanya.

Selain disertasi, Chairunnisa, juga meluncurkan buku terbarunya berjudul Hypnodontia 2. Buku yang dirilis Juli 2017 ini memaparkan tentang tips dan triks mengatasi kecemasan pada dental.

Menurutnya, perihal kecemasan ini sangat krusial dan kerap terjadi dalam tindakan medis. “Kecemasan enggak hanya muncul di ruang praktik dokter gigi saja, tapi muncul di praktik dokter spesialisasi lain. Bahkan juga pada praktik terapi,” ujar dokter yang memiliki klinik pribadi Dentist&Dentists dan pelatihan training hypnodontia atau hypnotherapy di di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan ini.