Upaya Menggenjot Pariwisata & Investor Jepang - Indonesia

Fokus
Typography

C&R Digital -- Kegiatan kebudayaan dan olahraga merupakan cara efektif untuk mempromosikan pariwisata dan meningkatkan investasi Jepang - Indonesia. Dalam upaya itulah rombongan Indonesia terlibat aktif dalam Festival Shingen-ko di wilayah Yamanashi, Jepang, Sabtu (8/4).

Indonesia tercatat sebagai pasukan asing pertama dan satu-satunya sepanjang 45 tahun sejarah festival tersebut. Pasukan yang menamakan diri Garuda Indonesia itu terdiri dari wakil-wakil pemerintah, bisnis, dan dunia hiburan.

Mengutip rilis yang diterima redaksi, Rabu (12/4), batalyon dipimpin Komisaris Utama PT Garuda Indonesia Jusman Syafii Djamal, dan Utusan Khusus Investasi yang ditunjuk Presiden RI Joko Widodo untuk Jepang, Rachmat Gobel. Festival Shingen-ko dirayakan setiap tahun di awal bulan April untuk memperingati jasa seorang panglima perang terhormat dalam sejarah Jepang, Takeda Shingen (1521-1573).

Pelan dan Gagah

Rangkaian kegiatan festival menggambarkan prosesi pelepasan pasukan yang berjumlah 1.500 samurai di bawah pimpinan Shingen ke medan perang.

Shingen dikenal untuk filosofinya “Fu-Rin-Ka-Zan”, secepat angin, sediam hutan, seberani api, dan sekokoh pegunungan. Festival ini tercatat sebagai salah satu Guiness World Record untuk “pengumpulan samurai terbesar” di dunia.

Pasukan samurai Indonesia termasuk Nico Siahaan, anggota DPR Komisi X, serta “Duta Yamanashi” Donna Agnesia Wayong yang diangkat Gubernur Yamanashi, Hitoshi Goto, Maret lalu.

Anggota lain adalah selebriti Indonesia Indra Bekti, Okky Ayudhia Lukman, serta Vincent Ryan Sompies. Dengan berpakaian lengkap ala samurai, beralas kaos kaki dan sandal jerami tradisional, mereka melakukan perjalanan sepanjang lima kilometer dimulai dengan langkah pelan dan gagah.

Pasukan 1.500 prajurit Festival Shingen-ko berjalan menanjak ke Istana Maizuru yang dikelilingi pohon-pohon sakura bermekaran. Masyarakat Yamanashi melambaikan tangan penuh antusias mendukung para pasukan.

“Yamanashi Ei Ei O”

Setelah upacara pelepasan di pelataran istana, diiringi teriakan “Yamanashi Ei Ei O” dari para hadirin, satu per satu batalyon menuju kota untuk berpawai sepanjang jalan-jalan Kofu.

Saat matahari mulai terbenam, semakin banyak warga Yamanashi berkumpul. Mereka ikut menyaksikan dan merayakan kehebatan para pasukan : dari para sesepuh, bayi dan anak-anak dalam kereta dorong, sampai orang-orang di kursi roda maupun yang ditandu. Teriakan semangat masyarakat bertambah keras ketika batalyon Garuda Indonesia berjalan melewatinya.

Sepeda Santai

Membangun kepercayaan dan kedekatan tidak hanya melalui kegiatan budaya. Pertengahan Maret lalu, Rachmat Gobel juga ikut serta dalam kegiatan olahraga bersepeda santai. Program yang diselenggarakan oleh pemerintah daerah Wakayama itu, juga mengikutsertakan mantan Menteri Perindustrian Saleh Husin, presenter Indonesia, Muhammad Farhan, serta aktor senior Leroy Osmani.

Keterlibatan dalam kegiatan-kegiatan tidak resmi seperti itu terasa meningkatkan persahabatan dan kepercayaan yang merupakan modal penting untuk terus menguatkan hubungan bilateral Jepang-Indonesia.

Jepang sekarang merupakan investor kedua terbesar di Indonesia dengan investasi total mencapai US$5.4 miliar terutama di sektor infrastruktur, tetapi juga di bidang manufaktur dan automotif.

Setelah kunjungan Perdana Menteri Shinzo Abe ke Indonesia pertengahan Januari 2017 lalu, ada ekspektasi investasi akan meningkat, termasuk di bidang pengembangan perumahan dan properti. Ada pula usaha untuk membuka jalur penerbangan Jakarta-Narita-Los Angeles.