Risa Saraswati ‘Bersepakat’ Dengan Hantu

Film
Typography

 

C&R Digital -- Film layar lebar di Indonesia seolah tak pernah sepi dari film bergenre horor atau misteri. Salah satunya film ‘Danur: I Can See The Ghosts’. Ditayangkan serentak di bioskop Tanah Air, Senin (20/3), film yang dibintangi tokoh utama Prilly Latuconsina ini, berbeda dari film misteri sebelumnya.

Film ini berasal dari cerita hantu yang benar-benar nyata. “Namaku Risa, aku bisa melihat makhluk yang kalian sebut hantu’. Itulah ucapan di opening film  ‘Danur: I Can See The Ghosts’ saat diputar kepada awak media dan undangan, di Metropole XXI, Cikini, Jakarta Pusat, Senin (27/3) malam.

Risa adalah nama asli dari Risa Saraswati, penulis cerita film tersebut yang pada kehidupan nyata  bisa melihat sosok hantu. Ia bahkan bersahabat dengan hantu-hantu. Nama Risa, kemudian menjadi nama tokoh utama yang diperankan oleh Prilly Latuconsina.

Kisah nyata Risa benar-benar di film-kan. Kelima hantu yang berteman dengan Risa adalah Hans, Peter, Hendrick, William, dan bungsu, Johnsen. Kelimanya merupakan anak Belanda. Mereka senang dengan Risa dan menginginkan sesuatu yang lebih, yakni bisa berteman.

Risa menuturkan, tak mudah ‘meminta izin’ kepada lima ‘teman’ Risa agar ceritanya boleh digarap menjadi karya layar lebar. ‘Danur: I Can See The Ghosts’ merupakan film pertama dari buku-buku tentang hantu karangan Risa. Film ini diangkat dari novel berjudul Gerbang Dialog Danur, yang pertama kali dirilis 2011.

“Sejak awal aku menulis tentang mereka, mereka bilang, tak ingin tampil di ‘layar ajaib’. Alasan mereka, akan mengorek luka lama mereka, misalnya cara mereka mati dan di tempat apa yang mereka tunggu sekarang,” ucap Risa, usai jumpa pers.

Setelah ‘teman-temannya’ diyakinkan, Risa mulai eksekusi cerita ke sebuah film lewat bantuan sutradara Awi Suryadi. Risa mengaku, selalu berkonsultasi dengan teman-temannya di dunia lain mengenai pembuatan film ini.

Risa juga mengungkapkan, permintaan teman-teman gaibnya berkenaan dengan film ini. Pertama, mereka tak mau ada sosok orang Nippon atau Jepang, dalam film film karena menurut penuturan Risa, teman-temannya tewas akibat serangan Jepada pada masa penjajahan.

“Mereka juga enggak mau lihat darah,” sambungnya.

Dalam film ini, karakter jahat ada pasa sosok Asih, yang diperankan oleh Shareefa Danish, yang berusaha mencelakakan manusia. Terakhir, kata Risa, mereka tak mau diperankan oleh anak-anak Indonesia yang didandani seperti orang Belanda.

Selain Prilly dan Shareefa, film produksi MD Pictures dan Pichouse Films ini, dibintangi oleh Kinaryosi, Sandrinna Michelle, Indra Brotolaras, dan Inggris Widjanarko.