Kritik JK Pada Film “Silariang”

Film
Typography

C&R Digital -- Meski mengaku senang setelah menonton film “Silariang”, Wapres JK  memberikan kritiknya. Kebetulan, tema film “Silariang” mengupas soal seluk beluk kawin lari, yang dibumbui dengan balas dendam untuk mempertahankan siri (harga diri). Menurut JK, penggambaran  'Silariang' dianggap sudah tidak cocok lagi dengan budaya Makassar saat ini.

"Ini lebih banyak mengangkat background budaya. Tapi supaya menjelaskan ini budaya lama, nggak ada lagi orang baku tikam karena pacaran, nggak ada lagi. Ini kejadian kira-kira 50 tahun lalu. Kalau sekarang tidak," terangnya.

"Sebenarnya ini cerita lama. Sekarang nggak ada lagi yang begini. Mestinya background-nya 50 tahun lalu," sambungnya.

Menurut JK, film 'Silariang' berfokus pada kisah cinta anak muda yang tidak mendapatkan restu orang tua. Namun saat ini sudah tidak ada lagi kejadian tersebut di Makassar. "Tentang orang yang tidak direstui, tapi ini kejadiannya zaman kapan? Sekarang di Makassar nggak bolehlah. Bebas pacaran, nggak apa-apa (sama suku mana saja)," pungkasnya.