Rinni Wulandari, Dinginnya Lucerne Swiss (3)

Celebnews
Typography

 

C&R Digital -- Dari Belanda, Rinni Wulandari -  Jevin Julian melanjutkan perjalanan ke Swiss dengan kereta. Dari perjalanan ke beberapa kota di Eropa, perjalanan menuju Swiss ini merupakan yang paling berkesan.

Keesokan harinya aku melanjutkan perjalanan ke Swiss dengan menumpang kereta. Dari perjalanan ke beberapa kota di Eropa, perjalanan menuju Swiss ini merupakan yang paling berkesan.  Pemandangannya paling indah. Perpaduan antara gedung-gedung eksotik, hutan yang hijau, peternakan domba yang luas, danau dan pegunungan Alpen yang puncaknya tertutup salju abadi sangat indah untuk dilihat.

Di Kota Lucerne, Swiss, aku menginap selama dua hari. Kota ini merupakan kota yang cukup terkenal di Swiss, karena merupakan basecamp bagi turis-turis yang ingin mendaki Gunung Titlis, salah satu gunung yang ada di deretan pegunungan Alpen.

Kota Lucerne merupakan kota kecil yang cantik. Sarana wisatanya cukup lengkap. Mulai dari restoran yang bagus, toko-toko jam tangan bermerek dunia, butik berkelas, hingga hotel-hotel bintang lima.

Kota ini udaranya cukup dingin. Di siang hari sekitar sepuluh derajat Celsius, di malam hari bisa mencapai enam derajat. Aku cukup kedinginan di sini.

Aku sempat mengunjungi Danau Lucerne yang terkenal. Danau itu cukup luas dan airnya jernih. Aku bisa melihat ikan-ikan yang berenang di dalam danau.

Di atasnya banyak angsa putih berenang. Banyak pula burung camar yang beterbangan, sehingga menambah kecantikan Danau Lucerne.

Setelah itu aku mengunjungi Chapel Bridge, jembatan kayu yang unik. Jembatan ini dibuat sekitar abad ke-14, merupakan jembatan tertua di Swiss. Di bagian atap jembatan yang berada di atas Sungai Reuss itu ada lukisan yang merupakan runtutan cerita mitologi. Aku tidak mendaki Gunung Titlis, karena aku tidak membawa perlengkapan naik gunung bersalju.

Selain kota-kota di atas, aku juga mengunjungi Kota Paris di Perancis dan Kota London di Inggris.