Rinni Wulandari, Naik Kapal Cruise di Amsterdam (2)

Celebnews
Typography

 

C&R Digital -- Dua hari di Belgia, Rinni Wulandari melanjutkan perjalanan ke Belanda. Bersama suaminya, Jevin Julian, mereka mengunjungi Kota Amsterdam, Belanda.

Di kota ini banyak kanal. Maklum, Belanda memang dikenal sebagai kota air.

Aku lihat kanal-kanal itu terawat dengan baik. Air kanalnya bersih. Kanal ini merupakan salah satu pusat kehidupan di Amsterdam. Ada beberapa warga yang tinggal di perahu-perahu yang disandarkan di pinggir kanal. Warga juga menggunakan kanal sebagai sarana jalur transportasi. Selain itu kanal juga dijadikan objek wisata air.

Aku lihat kapal-kapal cruise hilir mudik membawa turis-turis menelusuri kanal. Kapal-kapal cruise-nya bagus-bagus. Di pinggir kanal banyak kafe dan restoran. Sehingga orang yang minum kopi di kafe pun bisa menikmati suasana ramainya kanal oleh hilir mudiknya kapal-kapal cruise.

Aku pun akhirnya tertarik untuk menikmati Kota Amsterdam dari kapal cruise. Kapalku menelusuri kanal selama satu setengah jam. Setiap jalur kanal yang aku lalui, pemandangannya berbeda. Sehingga perjalanannya tidak membosankan dan terasa cepat.

Setelah selesai naik kapal cruise, aku kemudian mengunjungi alun-alun Dam Square. Tempat ini merupakan salah satu tempat yang disukai turis seperti aku. Di sekeliling Dam Square banyak gedung berarsitektur gotik. Ada pula kafe dan restoran. Di Dam Square juga banyak seniman jalanan. Mulai dari pelukis hingga pemusik. Di sini aku sempat memberi makan pada burung-burung merpati yang jumlahnya cukup banyak. Burung-burung itu memang dibiarkan hidup bebas di alun-alun.

Di Dam Square ini juga ada sarana becak tradisional yang ditarik dengan tenaga manusia, serta delman yang ditarik oleh kuda poni yang lucu. Aku benar-benar betah dan sangat menikmati suasana di Dam Square. Sehingga aku cukup lama berada di Dam Square. Tak lupa, aku juga foto-foto di destinasi ini.

Setelah hari semakin gelap, aku kemudian pulang ke hotel untuk beristirahat. Keesokan harinya, giliran Kota Volendam yang aku singgahi. Kota ini lokasinya di Belanda bagian Selatan, sekitar 35 menit perjalanan dengan menumpang bus dari Kota Amsterdam.

Sepanjang perjalanan menuju Volendam, di sebelah kiri aku melihat banyak rumah cantik, sedangkan di sebelah kanan aku lihat laut yang ombaknya tidak terlalu besar.

Selain itu, di pinggir jalan juga banyak toko suvenir khas Belanda, seperti toko yang menjual kelompen kayu atau bakiak, toko keju, hingga yang menjual gantungan kunci.

Volendam merupakan kota pantai. Di sini banyak kapal nelayan yang bersandar. Ternyata kapal-kapal itu tidak hanya untuk mencari ikan, tapi ada pula kapal yang melayani turis yang ingin berlayar ke tengah laut. Di pantainya juga ada restoran yang bentuknya mirip kapal besar. Restoran itu menyajikan seafood.

Volendam merupakan kota nelayan. Meskipun begitu, kota ini tetap kelihatan bersih dan rapi. Tidak tercium bau amis. Sehingga membuat mata dan hidungku terasa nyaman.

Selain dikenal sebagai kota pensuplai ikan di Belanda, Volendam juga dikenal sebagai kawasan pensuplai keju.

Di Volendam juga banyak studio foto yang menawarkan foto dengan mengenakan pakaian tradisional nelayan Belanda. Aku lihat di etalase studio-studio foto itu, banyak pula orang Indonesia yang pernah foto mengenakan baju tradisional nelayan Belanda. Akhirnya akupun tertarik untuk difoto dengan memakai busana tradisional itu, hahaha.

Di Volendam aku menikmati suasana sunset. Menjelang detik-detik tenggelamnya matahari, warna matahari dan laut sekitarnya menjadi jingga, indah sekali. Setelah matahari tenggelam, angin pun bertiup makin kencang. Terasa dingin sekali di kulit. Setelah hari makin malam, akupun pulang ke hotel.