Senin, 13 Januari 2014 11:17

Jakarta, C&R Digital - Dalam Film Uje yang diproduksi oleh MVP Pictures, aktris Revalina S Temat terpilih untuk memerankan tokoh istri almarhum Ustad Jeffry Al Buchori, yakni Pipik Dian Irawati. Menurut ibu tiga anak ini, Reva dinilai memang sangat cocok dengan karakter dan memiliki kemiripan dengan dirinya. "Karakternya sama kayak saya, postur tubuhnya juga sama seperti dengan saya," katanya saat ditemui di rumah Gugun Gondrong, Jakarta Selatan, Minggu (12/01).

Pipik berharap agar film ini dapat menebar hal positif serta memberikan inspirasi dari kisah hidup Almarhum Uje yang divisualkan kembali. "Saya berharapnya film ini mampu memberikan motivasi, dan memberikan semangat," ujarnya.

Film Uje akan memuat kisah hidup ustad gaul tersebut, dimulai dari masa muda bersama sahabatnya, Gugun Gondrong dan Iwel. Film karya sutradara Indra ini juga akan menampilkan kisah kelam masa muda Uje sebagai seorang pecandu narkoba.

 

Berita Lainnya

Minggu, 29 Desember 2013 15:36

Jakarta, C&R Digital - Kabar duka berikutnya adalah wafatnya Ustad Jefri Al-Buchori atau akrab disapa Uje pada dini hari Jumat (26/4) dalam usia 40 tahun, akibat kecelakaan tunggal sepeda motor yang ditungganginya di kawasan Pondok Indah, Jakarta Selatan.

Semasa hidupnya, sebelum Uje menjadi seorang da’i ia merupakan seorang artis, model, pesinteron dan penari. Kemudian pada tahun 2000 ia mulai menjadi da’i saat menggantikan kakaknya menjadi imam masjid di Singapura. Dua tahun kemudian namanya mulai dikenal luas lewat program-program religius di televisi. Konsep mendakwahnya yang Gaul dan DUGEM (Dakwah Untuk Generasi Muda), mnggunakan bahasa yang dimengerti, menyentuh kaum muda bahkan jauh dari pakem dakwah yang ada di Indonesia.

Kabar wafatnya sosok yang disenangi dari segala usia dan strata sosial ini sangat mengejutkan seluruh masyarakat Indonesia. Jenazah Uje ditangisi, diantar serta disalatkan di Masjid Istiqlal oleh ribuan umat muslim. Bahkan hingga kini makam beliau di Karet Kebembem, Jakarta, terus diziarahi oleh para peziarah. Uniknya, yang mendoakan tak hanya yang beragama muslim saja.

Sosok almarhum Uje, kelahiran 12 April 1973, meninggalkan seorang istri, Pipik Dian Irawati dan empat orang anak.

 

Selanjutnya

Berita Lainnya

Rabu, 09 October 2013 15:14

Jakarta, C&R Digital - Semenjak ditinggal wafat suami, Pipik Dian Irawati mengaku belum terbersit dalam pikirannya untuk menikah kembali.

"Insya Allah belum terpikir itu ya. Karena saya dipisahkan dengan kematian, jadi insya Allah saya yang terakhir buat Almarhum," kata Pipik di studio RCTI, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Rabu (9/10).

Saat ini, Pipik mengaku yang ada dalam benaknya, ialah hanya ingin merawat anak-anaknya dan meneruskan dakwah sang suami.

"Saat ini saya kepengen mengabdi sama Allah dan anak-anak saya. Itu saja buat saya itu cukup," katanya.

Sebagai seorang wanita, Pipik juga sadar jika berat menanggung seorang diri menghidupi ketiga anaknya. Namun, dengan segenap keteguhan hati, ia yakin bisa melewati segala rintangan yang ada.

"Kan kita punya Allah yang maha kuasa yang mengasihi. Jadi rezeki serahkan saja semua pada Allah," paparnya.

Pipik menikah dengan Ustad Jefry Al-Buchori pada 7 September 1999. Mereka dikaruniai tiga orang anak, Adiba Khanza Az-Zahra, Mohammad Abidzar Al-Ghifari, dan Ayla Azuhro. Ustad Jefry meninggal pada 26 April 2013.

Berita Lainnya

Senin, 26 Agustus 2013 18:46

Jakarta, C&R Digital - Film yang mengangkat kisah Ustad Jefry Al Buchori semasa hidup, dipastikan produser Multi Vision Plus (MVP), Raam Punjabi, akan tayang pada 9 Januari tahun depan. Film tersebut rencananya diberi judul "Hijrah Cinta".

"September mulai syuting dan akan beredar 9 Januari 2014," katanya di studio antv, Kuningan, Jakarta, Senin (26/8).

Untuk perizinan, diakui Raam sudah didapatkan pihak MVP, selaku pihak yang akan menggarap film tersebut. Bintang film untuk mengisi tokoh almahrum Uje pun sudah didapat. Ia mengaku tinggal menunggu penyelesaian naskah film tersebut.

"Keluarga sudah setuju. Saat ini masih menyelesaikan proses penyelesaian skenario karena masih bolong-bolong. Kami mau merampungkan skenario menjadi lebih menarik." tuturnya.

Untuk pemeran Uje dalam film tersebut, Raam sudah memilih aktor Rifky Balweel sebagai tokoh ustad fenomenal itu.

Kamis, 04 Juli 2013 21:07

Jakarta, C&R Digital - Muhammad Abidzar Al Ghifari, putra almarhum Uje akan tampil untuk pertama kalinya di layar kaca Trans7 menjelang waktu berbuka puasa. Ini merupakan aktifitas barunya selain bermain bersama kawan-kawannya.

"Pertama kali azan di televisi," kata Abidzar saat berbincang dengan C&R Digital usai jumpa pers Berkah Ramadhan di Gedung Trans TV Jakarta, Kamis (4/7) sore. Dalam wawancaranya, siswa kelas enam SD ini seringkali terdiam. Meski kemudian ia mau bercerita awal mulanya ditawarkan syuting.

"Aku tadinya nggak setuju, tapi umi bolehin. Terus umi juga dukung," katanya. Meskipun hanya syuting saat menjelang berbuka puasa, Abidzar harus mengatur waktu antara sekolah, istirahat dan syuting."Ijin sekolah dulu baru syuting," ucapnya.

Sejak kecil ia didik untu berpuasa sebulan penuh. Lantaran itu Abidzar rindu dengan datangnya bulan suci Ramadan, selain makanan kesukaannya saat menyantap sahur atau berbuka puasa.

"Ingin puasa di rumah, berbuka sama yang manis, pakai kurma, tapi akunya nggak suka kurma. Aku lebih ke sirup. Menjalankan ibadah dengan khusyuk. Selalu full, memang suka puasa. Kalau sahur makanan favorit cumi cumi bakar," paparnya.

Senin, 15 Juli 2013 00:00

Jakarta, C&R Digital - Duka akibat kehilangan suami tak hanya menghujam begitu dalam ke hati Pipik Dian Irawati. Hampir dua bulan sepeninggal Ustaz Jefry Al Buchori, ibu empat orang anak ini, akhirnya terkapar dan sakit.

Umat Islam meyakini ada tiga perkara yang mutlak menjadi milik Allah SWT, yaitu kelahiran, jodoh, dan kematian. Siapa pasangan hidup seperti apa bertemu, tak ada manusia yang tahu. Begitupun kematian, tak pernah ada yang tahu kapan, di mana, dan bagaimana manusia berpulang.

Saat kematian datang, manusia hanya bisa memiliki tangis dan duka. Tak kecuali Pipik Dian Irawati, istri mendiang Jefri Al-Buchori atau biasa disapa Ustaz Jefri alias Uje. Kepergian Uje dalam kecelakaan pada 26 April silam tak hanya membuat Pipik dirundung duka begitu mendalam. Belum genap 30 hari kedua alias dua bulan masa berkabung, wanita kelahiran Semarang , Jawa Tengah itu sakit hingga harus melakukan bed rest atau istirahat total.

Puncaknya adalah pengajian untuk memeringati 40 hari kematian Uje yang dilakukan pada Selasa (4/6) lalu. “Dari awal almarhum meninggal sampai 40 hari setelahnya, saya tidak nonstop menerima tamu. Kadang ada tamu yang tidak mau mengerti bahwa saya sedang istirahat,” kata Pipik menjawab pertanyaan tertulis C&R, Senin (24/6) siang.

Pipik sendiri mengaku sudah merasakan berbagai gejala tak sehat selama beberapa hari berselang pascapengajian 40 hari Uje. Mulai dari buang air hingga delapan kali sehari dan batuk. Namun, ia memilih untuk mengesampingkannya. “Pembuluh darah saya sudah menyempit dan tak ada lagi aliran daerah ke daerah kepala. Jadi tidak ada aliran oksigen masuk, hingga antara kepala dengan badan tidak seimbang, kepala saya jadi kliyengan,” paparnya.

Persis sepekan pascapengajian 40 hari Uje, Pipik sudah mengeluh sakit. “Yang agak parah tiga hari belakangan ini,” kata Eli, sepupu Pipik, saat ditemui wartawan, di kediaman Pipik, Tangerang Selatan,  Sabtu (22/6). “Dia sudah habiskan lima botol infus dan sempat kekurangan oksigen bahkan dikhawatirkan menderita stroke ringan,” tegas Eli.

Meski didera sakit, Pipik sendiri memilih melengkapi masa iddah dengan menjalani pengobatan di rumah. Iddah adalah periode waktu yang harus dilalui seorang wanita pasca perpisahan dengan suami, baik itu akibat perceraian maupun ditinggal mati.

Dalam periode yang berlaku selama empat bulan sepuluh hari ini disebut sejumlah larangan, seperti tidak berdandan dan tidak bersenang-senang, termasuk tidak keluar rumah kecuali mendesak. “Itu sudah kewajiban. Selama itu saya akan mendidik anak,” kata Pipik yang pernah menjadi gadis sampul majalah Aneka, pada tahun 1995.

 

Tidak memaksa

Kepergian Uje menjadi satu babak penting dalam kehidupan Pipik. Masa depan anak-anak menjadi beban tambahan yang mungkin membelit pikirannya. Bagaimana tidak, selama ini Uje adalah tulang punggung keluarga. Apalagi sempat beredar kabar bahwa Uje tidak mewariskan banyak harta untuk mereka.

Ibunda Uje, Hj. Tatu Mulyana yang biasa disapa Umi Tatu juga melihat, kondisi kesehatan Pipik yang terus menurun tak lepas dari beban pikiran yang ditanggungnya. Saat ini, menurutnya Pipik harus menjadi ibu sekaligus ayah dari empat anaknya. “Wajarlah namanya suami enggak ada. Mungkin banyak pikiran, sekarang harus cari duit sendiri,” katanya.

Dalam kurun 14 tahun pernikahan, Pipik dan Uje dikaruniai empat orang anak, yaitu Adiba Khanza Az-Zahra (13), Mohammad Abidzar Al-Ghifari (11), Ayla Azuhro (6), dan Attaya Bilal Rizkillah (5). Adiba dan Abidzar memang mendapat tawaran untuk bermain selama 300 episode dalam sinetron bertajuk Kami Rindu Ayah. Sinetron ini juga dibintangi Umi Tatu.

Namun, baru syuting beberapa episode, Adiba dan Abidzar merasa tidak nyaman melakukan syuting sampai larut malam. ”Hanya dapat lima episode dan kami tidak bisa memaksakan,” tutur Eni Susilowati, kakak ipar Uje.

Membesarkan empat orang anak seorang diri memang bukan perkara mudah. Pipik sendiri sudah mengikat kontrak pembuatan film yang menceritakan perjalanan hidup sang suami. Film berjudul Hijrah Cinta dan diproduksi Multivision Plus Pictures (MVP) itu akan menceritakan perjalanan hidup Uje semenjak remaja hingga menjadi uztaz kondang.

Meski demikian, Pipik juga tak gelap mata dan berhasrat menomorsatukan materi. Demi menjaga perasaan anak-anak, ia misalnya, melarang barang peninggalan Uje untuk dilelang. Pipik juga merasa cukup dengan bisnis butik yang dikerjakan di rumah.

Pipik bahkan menampik sejumlah tawaran untuk bermain dalam sinetron. “Biarkan anak-anak saja kalau main sinetron atau dunia tarik suara, Pokoknya selama masih baik. Saya enggak mau aji mumpung,” katanya.

Seperti halnya kematian, rezeki diyakini Pipik sudah menjadi skenario Tuhan. Meski harus tetap membatasi aktivitas, terapi fisik membuat kondisinya berangsur membaik. “Biarkan Allah yang bekerja dalam kehidupan saya,” pungkasnya.

 

--o-0 Boks 0-o--

 

Sandrina Malakiano (Sahabat Pipik) : Tak Punya Kesempatan Istirahat

Kondisi Pipik, Aahamdulillah sudah jauh lebih baik dari sebelumnya. Saya baru saja besuk dia di rumahnya kemarin (Minggu, 23/6). Pipik memang sedikit drop kondisi tubuhnya.  Dia kemarin memang sakit karena kelelahan setelah sang suami meninggal dunia.

Soalnya tamu yang hadir mulai dari keluarga, sahabat, kerabat, sampai jamaahnya Uje dari berbagai daerah enggak putus-putus. Mereka hadir takziah atau ingin sekedar sillaturahmi ke rumah Pipik. Jumlahnya sudah enggak terhitung lagi banyaknya. Dia mendapat kunjungan dari pagi, siang, sore hingga malam, bahkan ada yang datang dini hari.

Sebenarnya sakitnya Pipik itu bisa sembuh dengan istirahat penuh. Tetapi kesempatan untuk istirahat itu tidak ia peroleh. Keadaan yang mestinya baik-baik saja menjadi tidak biasa. Dan kondisi badannya lemah karena kecapean. Kalau ditanya soal infus memang ada. Tetapi infus itu cuma untuk membantu proses penyembuhan saja. Bukan untuk pengobatan atas sakitnya.

Setelah sakit itu dia memang mulai membatasi tamu-tamu yang datang. Jadi mohon maaf kalau tidak semua tamu bisa diterima. Mohon maaf juga kalau ada wartawan yang mau wawancara belum bisa dilayani. Semua ini karena kondisi fisiknya yang lemah karena kecapean dia tidak bisa maksimal beraktifitas. Doakan makin hari  kondisi Pipik makin baik dan bisa beraktifitas seperti semula.(Edy)

  

Hj. Tatu Mulyana (Ibunda Uje) : Semoga Lekas Sembuh

Awalnya saya tidak tahu bahwa Pipik sakit. Soalnya dia memang tidak mengabarkan saya. Malah saya tahu Pipik sakit dari orang lain. Saya khusnuzan saja, berbaik saja, karena mungkin dia tak mau merepotkan Umi dan juga keluarga yang lain. Mungkin juga sakit yang ia derita tidak begitu parah dan mengkhawatirkan. Maksudnya masih bisa dia tangani sendiri. Jadi masih penyakit biasa saja seperti kelelahan saja.

Saat ini saya memang belum bisa besuk karena masih padat banget acaranya. Kemarin memang sempat syuting sinetron tentang Uje bersama anak-anak Uje. Namun sekarang syutingnya berhenti dulu. Saya tidak tahu kapan syuting akan dimulai kembali. Saya sih menunggu jadwal saja. Jadi karena syutingnya sedang berhenti dulu, saya kembali ke kesibukan saya semula sebagai mubalighah. Pagi tadi saya berceramah di Cilegon, Banten. Mala mini (Sabtu 22/6) sudah berada di daerah Jonggol, Jawa Barat. Dari jauh saya mendoakan semoga Pipik lekas diberi kesembuhan. Kalau dia pulih kan bisa beraktifitas seperti semula.

Selain sibuk dengan aktifitas masing-masing. Seperti saya berceramah, kami masih terus berusaha mewujudkan cita-cita almarhum untuk mendirikan pesantren. Dan, alhamdulillah bantuan dari berbagai pihak dari dalam dan luar negeri terus mengalir. Ini memang membuat kami senang. Ternyata masih banyak yang bersipati kepada Uje dan men-support niat almarhum semasa masih hidup.(Edy) 

Senin, 10 Juni 2013 12:22

Jakarta, C&R Digital - Meski telah setuju jika kisah hidup Uje diangkat ke layar lebar, namun pihak keluarga memiliki beberapa syarat yang harus dipenuhi oleh pihak produksi yakni MVP Pictures. Salah satunya adalah dengan tidak membuka aib kelam Uje semasa muda di film yang bertajuk Hijrah Cinta itu.

"Kalau Umi secara pribadi, kalau di film enggak boleh menceritakan yang kelam-kelam mengenai Uje, enggak enak mengungkit yang tidak bagus,"kata Umi Tatu saat ditemui di kawasan Bintaro, Tangerang Selatan, Minggu (09/06).

Menurut Umi Tatu, istri mendiang Uje, Pipik juga menuturkan agar pihak produksi tak mengungkit sisi gelap sang ustad panutan.

"Tadi Pipik juga sudah menyepakati bersama , bahwa film ini nggak akan mengutak-ngutik yang jelek takutnya jadi teladan yang jelek," ujar Umi Tatu mewakili Pipik.

Disisi Lain, Raam Punjabi selaku eksekutif produser menyetujui syarat tersebut agar almarhum Uje tetap jadi contoh yang baik.

"Mereka yang paham dengan kehidupan Uje supaya bisa jadi panutan," tuntas Raam.

Film Hijrah Cinta mulai tayang pada Desember 2013 mendatang. Hingga kini, pihak MVP Pictures masih mencari sutradara dan juga para pemain pendukung.

Senin, 10 Juni 2013 11:30

Jakarta, C&R Digital - Rencana rumah produksi MVP Pictures untuk mengangkat kisah hidup Uje ke layar lebar rupanya kembali membangkitkan kesedihan sang istri, Pipik. Ibu tiga anak itu bahkan menitikkan air mata saat harus menandatangi sejumlah kontrak dan perjanjian dengan MVP Pictures.

"Sebenarnya dari sekitar satu bulan yang lalu, saya didatangi oleh pihak film untuk membuat film yang mengangkat tentang kehidupan Uje. Lalu, saya sampaikan ke Mbak Pipik, awalnya ia sangat berat. Berat sekali, karena kehilangan suami itu tidak bisa diukur dari apapun," kata guru spritual Uje, Gus Oong saat ditemui di kawasan Bintaro, Tangerang Selatan, Minggu (9/6).

Menurut Gus Oong, sebelum menandatangi kontrak tersebut, Pipik sempat ragu lantaran masih sedang dirundung duka. "Sampai tadi pagi Mbak Pipik berkata sambil menangis, 'Apa yang harus dilakukan?', saya jawab tanya pada hati nuranimu sendiri. Kepentingan manusia atau kepentingan pada Allah. Akhirnya dia menjawab, 'Ya, saya menyerah'," kisahnya.

Ibunda Uje, Umi Tatu pun berharap agar film ini kelak dapat menjadi manfaat bagi masyarakat. "Mudah-mudahan kalau memang ini baik, termasuk pihak produser film. Mari kita lakukan, niat baik. Mengatas namakan putra saya, Almarhum Uje. Smoga panutan untuk masyarakat dimana saja berada. Semoga berguna dan manfaat buat siapapun," tutup Umi Tatu.

  •  Start 
  •  Prev 
  •  1 
  •  2 
  •  3 
  •  4 
  •  5 
  •  Next 
  •  End 

www.TV.CekRicek.co.id

ENTERTAINMENT NEWS ONLINE