Film “Ronggeng Dukuh Paruk” Wakili Indonesia ke Hollywood

  • Selasa, 25 September 2012 15:05
  • Oleh :  Winda Rahmawati
  • Media

JAKARTA, C&R Digital - Persatuan Produser Film Indonesia memilih film Sang Penari (The Dancer) mewakili ndonesia ke festival film Academy Awards ke-85. Di situ, Sang Penari berkompetisi di kategori Best Foreign Language Film.

Penyelenggara Academy Awards, Academy of Motion Picture Arts and Sciences, akan mengumumkan lima film berbahasa asing yang terpilih sebagai nominasi pada 10 Februari 2013. Academy Awards ke-85 berlangsung pada 24 Februari 2013.

Di kandang sendiri, Sang Penari memenangkan empat penghargaan dari sepuluh nominasi pada Festival Film Indonesia 2011. Itu termasuk kategori film bioskop terbaik dan sutradara terbaik (Ifa Isfansyah). Dua lainnya dari kategori pemeran utama wanita terbaik (Prisia Nasution), serta pemeran pendukung wanita terbaik (Dewi Irawan).

Sang Penari merupakan versi film dari novel trilogi Ronggeng Dukuh ParukRonggeng Dukuh Paruk (1982), Lintang Kemukus Dini Hari (1985), dan Jantera Bianglala (1986). Ketiganya merupakan karya Ahmad Tohari, sastrawan Indonesia asal Banyumas (Jawa Tengah) kelahiran 13 Juni 1948.

Novel trilogi tersebut diterjemahkan ke Bahasa Inggris dengan judul The Dancer yang kemudian difilmkan. Untuk mengadaptasi menjadi film, naskah cerita yang ditulis oleh Salman Aristo, Ifa Isfansyah dan Shanty Harmayn. Diproduseri oleh Shanty Harmayn, film ini dirilis pada 10 November 2011

Film yang dibintangi oleh Nyoman Oka Antara dan Prisia Nasution ini menceritakan tentang Rasus, seorang perwira militer yang mencari cintanya yang hilang, Srintil. Srintil memiliki kemampuan menari magis yang menghalangi cinta mereka, atas dasar hal itu para tetua dukuh percaya bahwa Srintil adalah titisan ronggeng. Ketika zaman bergerak, Rasus harus memilih antara loyalitas kepada negara atau cintanya kepada Srintil.

Indonesia belum pernah berhasil menembus lima nominasi akhir di kategori Best Foreign Language. Namun Indonesia telah aktif untuk mengirimkan film-film terbaiknya ke ajang Academy Awards sejak 1987. Sejak saat itu, 13 dari 14 film Indonesia yang dikirimkan berhasil diterima untuk ikut dalam seleksi awal.

Selama beberapa tahun—1991, 1993-1997, 2000, 2001, 2004, dan 2008 – Indonesia tak mengirimkan perwakilan Academy Awards. Pertimbanganya, tak menemukan kontender yang tepat untuk diikutkan bersaing di kategori Foreign Language Film.

Academy Awards merupakan ajang penghargaan untuk film-film produksi Hollywood, sejak 1947. Tapi belakangan Academy Awards juga menerima film-film dari luar AS, dengan mengadakan sebuah kompetisi film asing terbaik dalam kategori Best Foreign Language Film.

Media

www.TV.CekRicek.co.id

ENTERTAINMENT NEWS ONLINE