JAKARTA, C&R Digital - Apakah tema tahun 60an sudah usang dan tema agen rahasia (baca: CIA) jadi tema baru yang trendi? Ataukah kita sudah lelah melihat masa lalu dan siap menyambut masa depan yang oleh sebagian orang dibilang menakutkan?
Ataukah pemilih dan juri di Emmy Award sendiri sudah mulai melirik tema lain untuk dijadikan perubahan tema?
Tentu saja agak terlalu dini untuk menilainya. Namun beberapa tandanya bisa dicermati dari saat ini. Film seri Mad Men merosot dari segi kemenangan Emmy Award - kehilangan 17 nominasi dan film Homeland menjadi drama terbaik.
Dari segi penulisan dan casting, film Homeland memang bagus. Film ini didukung oleh Claire Danes dan Damian Lewis (Keduanya menjadi pemenang di ajang Emmy Award) dan menceritakan agen CIA yang bipolar dalam melacak pahlawan perang Irak yang dia curigai sebagai anggota Al-Qaeda. (bipolar = perubahan mood yang amat sangat ekstrim sehingga membuat penderita tidak stabil).
Namun hal yang menjadi pemilihan tema saat ini? Analis David Bianculli mengatakan bahwa dia tertarik pada anggapan yang mengatakan bahwa TV sedang berfokus pada masa depan. Konflik dinas rahasia dan teroris (Al-Qaeda dalam hal ini) adalah dianggap mewakili masa depan.
Namun bisa saja ini hanya trend yang bisa berubah. Pengamat dan ahli sejarah TV David Brooks mengatakan bahwa Emmy Award hanya apa yang sedang hot di dunia TV. Dan tema terorisme sendiri entah masih cukup menggigit atau tidak dalam dua – tiga tahun lagi.
Tentu saja pemenang Emmy tidak berubah tiap tahun. “Mad Men” sendiri telah mendapat penghargaan sebagai best series selama 4 tahun penayangannya. Namun memang ada pengaruh antara kondisi sosial politik dalam trend film, apalagi ini sudah hampir pemilu di AS. Film Homeland mewakili hal tersebut, yaitu isu yang dianggap lebih mendesak (terorisme) dibanding hanya film tahun 60an.
Entah kebetulan atau tidak, Barack Obama sendiri menggemari film Homeland. Semoga saja ini bukan pertanda bahwa AS akan lebih membabi buta dalam memerangi teroris.
